Digital Marketing sebagai Transformasi Memasarkan Buku



Belajar menulis Gel .13

Jumat, 10 Juli 2020

Narasumber : Agust Subardana, S.E., M.M., CDS

                          Direktur Pemasaran Penerbit Andi



 

Salah satu keuntungan mengikuti bimbingan menulis online Via wa adalah materi  diberikan dalam bentuk tulisan, gambar, atau suara, selama tidak dihapus jejak rekam tersebut bisa dibaca berulang ulang. Di samping itu juga peserta bisa melakukan kegiatan lain secara bersamaan. Seperti halnya malam ini. Saya menyimak paparan materi sambil mengerjakan tugas kantor yang belum selesai sementara taget penyelesaian sudah di ambang date line. Belajar menulis di sela  mengantrinya sederet pekerjaan, bagi saya bukanlah hal yang mudah. Kelabakan, tentu saja iya. Niat istiqamah menulis 15 menit saja perhari  pun sudah 2 hari diingkari. Semoga saya hutang dua hari ini bisa ditunaikan di hari lain.

Kelas menulis malam ini masih bersama Penerbit Andi Jogyakarta. Ini sudah kali ketiga penerbit Andi menemani. Narasumber malam ini adalah Bapak Agust Subardana, S.E., M.M., CDS. Beliau adalah direktur pemasaran penerbit Andi. Mengangkat  permasalahan seputar pemasaran buku di saat pandemi.

Pemasaran buku sebagai dampak pandemi covid mengalami banyak perubahan. Hal ini terlihat dari adanya jaringan toko buku yang tutup selama covid , ketakutan orang untuk mengunjungi toko buku atau mall. Berakibat pada menurunnya omset  penjualan buku hingga 70%- 80%. Banyak penerbit yang menghentikan distribusi ke toko buku, bahkan juga banyak yang gulung tikar.

Selama masa pandemi kunjungan ke toko buku mengalami penurunan secara drastic, terutama pada bulan Maret sampai Mei. Data pengunjung selengkapnya lihat grafik.

 

Dampak pandemi covid 19, penerbit Andi melakukan perubahan strategi. Covid mengubah dunia menuju era low touch economy. Sebuah era yang ditandai dengan  interaksi antar individu yang minim sentuhan fisik ( low touch) keharusan mengecek kesehatan dan keselamatan, prilaku yang baru hingga pergeseran di sektor –sektor industry terutama sektor perbukuan. Perubahan ini selanjutnya membawa dampak pada banyak hal seperti tempat kerja, cara belajar-mengajar, kehidupan keluarga hingga aktivitas social.

Strategi utama yang dipakai oleh penerbit Andi  agar tetap eksis di tengah pandemi covid 19 adalah  dengan digital marketing dengan melakukan transformasi mendasar dalam bisnis  penerbitan buku.

Digital marketing merupakan gebrakan baru dalam memasarkan buku agar tetap eksis dalam penerbitan buku di era pandemi covid.. Digital marketing harus menyesuaikan diri dengan era new normal mencakup branding, media social, sem,app development, web design, ceo, video production, email serta conten marketing.

Mengapa menggunakan strategi digital marketing?

Agar penerbitan buku eksis di masa pandemic covid, maka strategi pemasaran buku  yang paling efektif dilakukan  penerbit Andi adalah melalui komunitas –komunitas yang ada. Pemasaran lewat komunitas ini dampaknya luar biasa untuk mendongrak penjualan. Kedua menjalin hubungan dengan pelanggan buku di medsos. Memastikan bahwa buku yang dijual ditemukan di media online. web site,serta menjalin hubungan dengan markeplace yang ada  seperti buka lapak ,sophie, belibli.com. Penting juga menjalin hubungan dengan  reseller yang jadi tim pemasaran ke konsumen, serta menjalin hubungan dengan berbagai media social seperti wa, Instagram facebook sebagai tempat pemasaran buku.

 Selain itu harus bisa tampil yang pertama disamping competitor, tercepat , tanggap tepat sasaran. Tim harus  paham tentang digital marketing. Mengadakan promo promo khusus juga merupakan langkah strategis dalam meningkatkan penjualan buku seperti memberi diskon, mengadakan iven webinar, you tube, zoom media promosi di industry buku

Upaya berikutnya  dalam mempertahankan penjualan buku adalah membuat brand yang  cepat tanggap situasi. Memberikan respon layanan pada konsumen sesuai keinginannya serta menanggapi dan memberikan solusi bila ada komplin dari konsumen. Strategi lain adalah dengan mobile marketing, email marketing, personalise marketing yaitu menargetkan pelanggan secara personal dengan menampilkan iklan secara personal yang sesuai dengan karakter pelanggan/konsumen, continues marketing, terintegriteg marketing , pilihan conten marketing yang berbobot, visual marketing yang tajam dan menarik serta pemanfaatan google adwords untuk mendapatkan pelanggan lebih banyak lagi.

Manfaat Digital Marketing

1.       Biaya relative murah dan terjangkau

2.       Memiliki jangkauan luas terutama

3.       Mudah menentukan target pasar buku yang akan ditawarkan sesuai katagori

4.       Komunikasi dengan konsumen lebih mudah

5.       Mudah dievaluasi dan dikembangkan

6.       Sangat membantu dalam meningkatkan penjualan

7.       Lebih cepat popular.

 

 Hal lain yang perlu diketahui oleh para guru adalah bahwa penerbit Andi juga melayani pembelian buku dengan dana Bos melalui SIPLAH  dengan marketplace (blanja.com dan blibli.com) berupa teks utama dan teks pendamping  buku pelajaran peminatan, buku pelajaran SMK untuk kelompok buku C2, C3, buku ajar informatika kelas 4 sd kelas 12. Buku perpustakaan daik buku fisik maupun ebooks . Alat-alat olah Raga dan kesenian.

 Sebagai kesimpulan Pak Agus memberikan penguatan

Menulis adalah berjuang.Penulis adalah Pahlawan yang akan dikenang selama lamanya.

Lembaran karya adalah medan pertempuran, pena adalah senjatanya.

Buku adalah gudang ilmu, kuncinya adalah membaca

Membaca adalah Jendela dunia


Sabar itu Jangan dibatasi

 
 
Saya menulis ini, ketika baru saja selesai menyirami tetanaman yang ada di teras dan halaman depan rumah. Ada berbagai tanaman dan bebungaan. Di antara tanaman yang ada : mangga, jeruk purut, jambu biji, jambu air. Sedang bebungaan seperti kuping gajah, anggrek bulan dkk anggrek yang saya tidak tahu namanya secara pasti dan bunga - bungaan lainnya, masih sama saya juga tidak tahu namanya. 

Saya sendiri sebenarnya tidak hoby menanam bunga, justru yang hoby suami. Namun untuk merawat dan menyirami saya melakukan dengan senang hati.  Bahagia menjelma datang di hati, ketika memandangi bebungan dan tetanaman di teras dan halaman rumah kami. Semua yang ada memberi hiburan, terlebih saat pikiran jenuh. Plong rasanya beban, berada di sekitarnya.

Seperti halnya pagi ini, dua hari  sebelumnya pikiran dan fisik nonstop fokus di depan laptop dan pada tumpukan berkas-berkas. Pekerjaan kantor yang ditarget harus selesai bersamaan dengan tugas rutin lain. Menyusun laporan rekapan kelayakan persyratan percairan guru penerima sertifikasi.( di kementrian kami di cairkan pertriwulan) pendukung persyaratan harus lengkap. Saya harus memeriksa kelengkapan berkas proposal pengajuan pencairan dari para guru mitra yang mayoritas guru non-PNS mengajar di sekolah swasta. 

Lumayan ribet juga.Tapi tak ada pilihan,  harus mengikuti prosedure yang ada. Setiap rupiah uang negara yang diterimakan  ada pertanggungjawabannya. Begitu bunyi aturannya. Menyalahi aturan akan jadi temuan  Irjen yang kerap kroscek secara berkala mengunjungi kantor kementrian di kabupaten kami.

Kalang kabut juga sih memenaj waktu mengingat pekerjaan rutin juga date linenya sama. Akhirnya oleh atasan diberi perioritas mana yang harus diekskusi terlebih dahulu. Alhamduliah benang keruwetan mulai terurai. Tadi malam sambil menyimak materi bimbingan belajar menulis via wag binaan Om jay. Satu tugas final, bisa bernapas lega walau tugas lain masih ngantri. Belum lagi komitmen menulis 15 menit perhari, sudah dua hari dilewati.
 
Alhamdulilah hari ini hari sabtu, libur kantor namun ada PR yang masih perlu dituntaskan. Sebelum lanjut mengerjakan PR saya jeda sejenak rekreasi di pekarangan rumah. Kemudian merangkai tulisan untuk  belajar istiqomah, serta membuat resume dari pertemuan tadi malam dan pertemuan sebelumnya.

 Semoga juga hari Senin berkas pengajuan pengesahan dokumen 1 sekolah binaan terselesaikan.  Artinya saya harus bersiap siap lagi, melanjutkan memeriksa  berkas dokumen 1 sekolah binaan sebanyak 20 lembaga. Seperti seorang Dosen yang mengeksekusi proposal skripsi mahasiswanya, Memberinya catatan sesuai hasil pemeriksaan berkas  pada dokumen agar kepala sekolah dan tim pengembang kurikulumnya bisa menikdaklanjuti catatan yang diberikan. Endingnya mengajak mereka pada perubahan  sederhananya mereka cerdas berliterasi. 

Berdasarkan dukumen 1 yang sudah dikoreksi ada beberapa temuan, sekolah ( tim pengembang) lemah update dalam regulasi. Sebagai contoh Dokumen 1 tahun 2020-2021, pada pembuatan SK- SK , apakah itu SK penetapan tim pengembang, penetapan KKM, dll. Regulasi yang dipakai masih regulasi lama  dan sudah tidak dipakai lagi. Bisa jadi dokumen kopi paste ataukah memang mereka belum cerdas berliterasi. Rupanya masih diperlukan kesabaran tingkat tinggi dan sabar jangan dibatasi dalam memberikan pendampingan pada sekolah mitra yang karakternya bervariasi bahkan ada yang cenderung kurang tanggap dan kurang peduli dengan dinamika perubahan dibidang pendidikan saat ini.

 Demikian tulisan yang saya buat pagi ini. Mohon doanya semoga kita semua diberikan kesehatan serta dimudahkan dalam  menyelesaikan amanah yang dititipkan. Aamiin

Ditertawakan Diri

Oleh  : Husnul Hafifah
(seri pentigraf)


Oh tidak! begitu kata hati bu Keyshe saat membuka laptopnya pagi tadi. Foto-foto pesona alam yang biasa menyambutnya tak ada lagi. Gelap dan berganti bahasa pemrograman yang ia sendri tak memahami. Kacau dan Panik! Bagaimana tidak, hari ini banyak target yang harus dituntaskan. Satu- satunya yang bisa membantu hanyalah laptob kesayangannya itu. Belum lagi janji yang harus ditepati pada mitra kerjanya. Ya hari ini date linenya. Bukan Bu Keyshe banget jika dalam bekerja tidak sesuai komitmen yang telah Ia bangun. "Bekerjalah dengan disiplin dan tegakkan kejujuran". Yah dua kunci ini yang selalu didengungkan pada para guru dan kepala sekolah selaku mitra kerjanya. Dua kunci utama jika ditegakkan akan menjadikan  pribadi mendekati sempurna,

Dalam panik ia berusaha vicall pada putra sulungnya yang di luar kota. Resah juga kian melanda, vicall tak jua mendapat responnya. Si Sulunglah yang selalu jadi tumpuan  saat laptopnya bermasalah. 4 bulan sudah pandemi menahannya. Menahan rindu pada rumah dan isinya. Rupanya laptop mamanya juga rindu akan sentuhan tangannya. Panduan singkat vicall Si Sulung pagi itu sedikit  melegakan hati Bu Keyshe,  vicallnya terhenti diikuti notifikasi bonus kuota internet Anda sudah habis. Ups rupanya galau bu Keyshe kembali lagi.

Dengan semangat tersisa dan perjuangan luar biasa hari itu Bu Keyshe menuntaskan pekerjaannya yang  tersisa memverifikasi dan memvalidasi dukumen 1 dari  5 sekolah binaanya melalui wa. Zoom uji publik panduan penyusunan program kepengawasan darurat bencana durasi 3 jam juga dilokoninya, Sholat Magrib, dzikir dan mengaji juga sudah ceklist di hati. Lega pokoknya. Bu Keyshe teringat Si Sulung lagi.  Ia pun  menuntaskan kerinduan saat vicon terputus tadi pagi. Ngobrol 1 jam tidak terasa. Bu Keyshe ingat ada webinar. Sambil vicon ia pun menyalakan laptop. Dengan lantang bersuara meminta Si Bungsu mencarikan gawainya. Boro- boro mencarikan, eh malah tawa cekikikan yang didapatkan. Pada layar gawai tampak jelas Si Sulung juga ikutan terpingkal pingkal. Bu Keyshe baru sadar,.Dirinya pun akhirnya ia  tertawakan

Bondowoso, 07072020

Menerbitkan Buku di Penerbit Andi

Bimbingan Belajar Menulis Gel 13

Pertemuan ke-15

Hari senin, 6 Juli 2020

Narasumber : Edy  S Mulyanta

                        Penerbit Buku Andi

 

 Bimbingan menulis via wa, sudah memasuki petemuan yang ke-15. Sesi malam ini om Jay mempertemukan kami dengan Pak Edi S Mulyanta, dari pihak Penerbit Andi Yogyakarta. Alhamdulilh   walau   kegiatan ini gratisan, Om Jay  tidak setengah-setengah dalam membina dan mengarahkan kami dalam menulis. Menghadirkan pihak penerbit ini, salah satu bukti Om Jay benar –benar serius . Harapan terindahnya kami tidak sekedar menulis tapi  bisa menerbitkan buku sendiri.Semoga niat baik Om Jay ini akan berjalan sebagimana harapannya.

 Assalamualaikum semuanya, semoga sehat selalu dan  selalu semangat menghadapi berbagai keadaan yang kita alami. Demikian sapa Pak Edi S Mulyanta pada kami, di awal pertemuan malam ini.

Bagi penulis yang ingin menerbitkan buku, wawasan penting lainnya dalam dunia tulis menulis yang harus dipahami adalah seluk beluk dunia penerbitan. Tak berlebihan kiranya kehadiran pihak penerbit dan pencerahannya merupakan momen yang paling ditunggu.

Bagaimana kisahnya?

Berikut ini merupakan uraian  secara lengkap yang disampaikan Pak Edi seputar dunia penerbitan. Menurutnya masalah dalam penerbitan tak ada beda dengan permasalahan yang dihadapi  kami ( para guru ) sebagai dampak dari pandemi yang belum ada kepastian kapan berakhirnya.

Ia secara blak- blakan membuka rahasia-dapur yang berkaitan dengan penerbitannya dari hulu hingga hilir, dengan harapan semoga dapat memberikan sedikit gambaran yang terjadi saat ini. Dunia penerbitan itu sendiri merupakan  dunia bisnis semata, yang tentunya diikuti dengan idealisme di dalamnya. Pada dunia bisnis menurutnya nomor satu yang dicari adalah keuntungan atau dapat dikatakan berujung pada duit atau UUD (ujung-ujung nya duit) dalam hal ini penjualan buku untuk bisnis penerbitan.

 Outlet utama bisnis penerbitan buku adalah toko buku, yang menjadi soko guru dari bisnis ini, sehingga ketergantungan ini sudah menjadi suatu ekosistem yang khas. Pada bulan Januari 20-Februari 2020 omzet Toko buku masih sangat normal, dan tidak ada tanda-tanda terjadinya pusaran badai yang tidak terduga. Namun setelah Presiden Jokowi mengumumkan masuknya Corona di Indonesia, benih badai besar ini benar-benar telah tersemai, dan membesar dengan deret multiplikasi yang luar biasa. Menjadikan semua lini kegiatan mendadak terhenti. Laju bisnis yang tadinya masuk di gigi 5, mendadak harus mengerem dan mengganti gigi ke gigi paling rendah yaitu 1. Dan terkadang harus memarkirkan bisnisnya sementara waktu, sambil melihat keadaan.

 Pemberlakuan  PSBB di beberapa daerah, secara  otomatis  juga toko buku andalan penerbit seperti Gramedia, memarkirkan bisnisnya di sisi pit stop, artinya terhenti sama sekali. Dari omzet normal dan terhenti di pit stop menjadikan omzet terjun bebas  berkisar 80-90% penurunannya. Penutupan autlet, menjadikan beberapa penerbit ikut terimbas, sehingga mereposisi bisnisnya kembali. Hal ini berdampak secara langsung ke produksi buku, hingga ke sisi penulis buku yang telah memasukkan naskah ke penerbit menanti bersemi di Toko Buku.

 Setelah 3 bulan parkir di Pitstop, tampaknya secercah harapan muncul di tengah badai yang tidak menentu, setelah beberpa daerah telah memetakan pandemi dengan baik, dan mencoba berani untuk bergerak. Maka pada bulan juni-juli  ini dapat dikatakan Gramedia sebagai outlet toko buku telah mulai membuka gerainya hingga mencapi angka di 80% di seluruh Indonesia, ini  berakibat bergeraknya kembali semangat penerbit-penerbit untuk memulai New Normal.

 Rebound yang terjadi ini menuntut penerbit untuk dengan cepat memutuskan apakah melaju kembali ataukan menunggu terlebih dahulu keadaan menjadi lebih pasti. Melaju, tentunya butuh dana, sementara roda cash flow hampir terhenti 2 bulan hingga 3 bulan, sehingga gambling keadaan pun terjadi. Banyak penerbit yang telah kehabisan nafas, sehingga tetap memutuskan untuk memarkirkan bisnisnya sambil menunggu keadaan.

 Sementara, penerbit jika tidak mengambil kesempatan untuk mengisi pasar, tentunya akan semakin terpuruk. Penerbit dapat memetakan buku-buku apa yang masih dapat dikembangkan saat keadaan chaos seperti ini.

 Pengalaman penerbit Andi, identifikasi tema buku menjadi sangat penting saat keadaan chaos seperti ini. Kami beruntung tema-tema yang upto date mengenai virus corona, telah kami tebar ke penulis-penulis kami sebelumnya, sehingga dengan cepat kami mendapatkan bahan-bahan buku-buku yang berkaitan dengan virus dengan cepat.

 Kesiapan penulis, dalam menuliskan materi dalam sebuah buku menjadikan tantangan tersendiri, mengingat bahan-bahan sumber rujukan masih belum tersedia dengan mudah. Penerbit mempunyai database penulis yang cukup baik, sehingga dengan cepat kita mengidentifikasi siapa penulis yang berkompeten di bidang ini, Dan dengan cepat kita meramu materi, kemudian kita launch, dan beruntung mendapatkan sambutan yang baik.

 Buku-buku pendidikan, juga kita tetap pertahankan produksinya, karena menurut keyakinannya buku ini tidak lekang oleh keadaan apapun, sehingga produksi buku kita konsentrasikan ke buku pendidikan yang mempunyai pasar yang sangat stabil setiap tahunnya. Keputusan-keputusan strategik diperlukan, mengingat ketidak pastian yang sangat besar untuk memproduksi buku. Penerbit Andi  memarkirkan mesin-mesin kami hampir 50%, untuk mengurangi beban biaya produksi, otomatis tenaga kerja yang menggerakkannya kami kurangi jam kerjanya walaupun tidak begitu drastis.

 Banyak hikmah yang didapat kali ini, di sisi penulis, penulis harus selalu siap untuk mendapatkan peluang yang mungkin tidak diperkirakan sebelumnya. Penguasaan materi, penguasaan penguraian materi, eksekusi penulisan, hingga penawaran ke penerbitan diperlukan kelihaian tertentu. Penulis yang siap menerima kesempatan ini, adalah penulis yang selalu berlatih untuk selalu mengeluarkan bahasa lisan ke dalam bahasa tulisan yang dapat dibaca oleh pembacanya. Tentunya dengan terstruktur baik, dan tidak ada distorsi makna yang sampai ke pembacanya.

Media WA yang dikelola oom Jay ini, seperti yang disampaikannya merupakan latihan yang luar biasa bagus sekali, untuk menyiapkan keahlian penulis dalam mengungkapan apa yang kita pikirkan, ke dalam tulisan yang dibaca, diinterpretasi oleh pembaca tulisan kita

 Menulis dan menerbitkan buku  perlu proses, latihan, dan kemauan. Sehingga komunitas belajar menulis seperti ini, merupakan sarana latihan dalam menangkap peluang yang mungkin tidak selalu ada. Menulis perlu latihan, latihan perlu waktu perulangan secara rekursif (looping) berkali-kali sehingga penulis akan semakin lihai dalam mengolah kata yang dirangkai dalam tulisan.

 Pak Edy juga menjelaskan bakat hanya 1%, sisanya adalah kerja keras, tekun dan berlatih menulis. Blog adalah jalur yang sangat bagus untuk penulis  mulai menulis, karena di dalam blog tidak ada penolakan kejam seperti penerbit menolak tulisan yang ditawarkan penulis.

 Penerbit akan selalau melihat sisi ekonomi dalam setiap tulisan yang dikrimkan penulis, sehingga kemurnian keputusannya didasarkan oleh bisnis semata. Terkadang tulisan yang luar biasa, tidak terlihat oleh penerbit. Yang dilihat  business process nya saja, bukan writing processnya.

 Dengan sudut pandang ini, penulis perlu sedikit berempati kepada penerbit yang merupakan penjual komoditas tulisan ini. Empati yang harus dilakukan adalah, mencoba melihat visi misi penerbitannya. Kebiasaan tema-tema yang diterbitkan oleh penerbit. Intip juga buku-buku best sellernya yang biasanya dipampang di toko buku di rak Best Seller.

Perlu ketahui rahasianya bahwa tidak ada buku best seller by design. Atau dirancang, didesain untuk laku keras. Buku yang laku keras adalah buku yang blessing. Konon penerbit Andi pernah melakukan perencanaan matang, untuk membuat buku yang best seller. Kami memilih tema yang luar biasa berbobot, penulis yang cukup disegani karena menang penghargaan di dunia internasional. Kami push pemasaran dengan luar biasa. Akan tetapi hasilnya cukup mengecewakan.

 Laskar pelangi saat awal terbit, penulis tidak menyangkan akan meledak. Di awal pemasarannya, sungguh mengecewakan dan meledaknya karena kekuatan word of mouth, alias dari mulut-kemulut, dari komunitas satu ke komunitas lain. Ada trigger dengan sebuah peristiwa yang tidak disangka-sangka yaitu Muktamar Muhammadiyah-dan terjadilah ledakan viral--menjadikan buku tersebut best seller tidak ada desain awal, tidak ada perencanaan untuk menuju best seller.

 Dengan berbagai pengalaman ini, komunitas senasib sepenanggungan adalah wahana yang baik dalam mengelola tulisan. Dapat kami katakan pejuang literasi yang puritan seperti Oom Jay ini dapat memberikan angin segar untuk tumbuhnya penulis-penulis baru. Yang tangguh dan tidak cengeng dengan penolakan penerbit, akan tetapi tetap berkarya hingga menghasilkan tulisan yang khas. Punya karakter sendiri dan tentunya di tunggu kehadirannya oleh pembaca dan penerbit tentunya.

Pesan pada kami  “mulai tulisan dengan tema yang  disukai dan betul-betul dikuasai. Tulis dengan terstruktur, dan muat di blog pribadi dan sebarkan di lingkungan teman”.

 Jika sudah Percaya Diri, buatlah proposal ke penerbit yang isinya garis besar tulisan yang dapat ditawarkan ke penerbit. Penerbit akan melihat Tema, Judul Utama, Outline tulisan, pesaing buku dengan tema yang sama, positioning buku (harga, usia pembaca, gender, pendidikan, dll). Jangan lupa berikan alasan mengapa buku tersebut ditulis. Penulis  dapat sedikit "Ngecap" supaya penerbit tertarik dengan tulisannya.

 Penerbit bukan mahatahu,  penerbit  didasarkan pada data historis penjualan. Jadi penerbit itu tidak selalu benar. Penerbit biasanya agak sedikit kurang berani dengan penulis-penulis perintis dengan tema yang berlum terekam di datanya. Sehingga proposal ini sangat perlu  diberi perhatian, untuk menyadarkan penerbit akan tema yang diangkat dalam tulisan. Tulislah rencana penulisannya, dengan target market yang dituju, syukur-syukur jika juga ditawarkan rancangan pemasarannya. Pemasaran era new normal sangat berbeda dengan era normal sebelumnya.

 Ke depan buku-buku mungkin akan disalurkan ke media e-book, untuk media printing offline mungkin akan semakin berkurang jumlahnya.  Ke depan media-media selain buku akan semakin banyak menghiasi dunia pendidikan. Persiapkan hal ini dengan baik, karena hal ini membutuhkan keahlian yang berbeda dengan sebelumnya.

 Sebelum menutup materi dan dilanjutkan dengan tanya jawab, Pak Edy  mengajak kami untuk tetap mendokumentasikan pencarian keilmuan kami  dengan dokumentasi yang terstruktur, pembaca akan dapat mewarisi ilmu para penulis dan bahkan mengembangkannya di kemudian hari. Ilmu  yang ditulis  akan menjadi Immortal tidak lekang oleh keadaan jaman, dan selalu dikenang menjadikan legacy ke anak cucu kita. Dokumentasikanlah dalam bentuk buku akan kami kirimkan ke Perpustakaan Nasional bagian deposit, yang dilindungi oleh undang-undang. Anak cucu kita di masa yang akan datang, akan dapat menelusuri jejak langkah dokumentasi  dalam bentuk tulisan dan menuju keabadian.

 Penerbit Andi setiap bulanya menerima naskah 150-300 judul, biasanya hanya 10-15 presen dari naskah masuk yang bisa diterbitkan. Smua pembiayaan ditanggung oleh penerbit. Setelah buku cetak penulis mendapatkan buku sampel 6 eksemplar. Royalty 10% dari harga jual dan dibayarkan tiap 6 bulan sekali.

Kedepannya penerbit Andi akan membut apps untuk menuliskan proposal sehingga penulis dapat mengajukan proposal lewat gadget. Jika terwujud akan kian memudahkan menampung proposal penulis setiap bulannya. Rencana Kanal e –book akan dibuka melalui google play/google books dengan demikian tingkat penerimaan naskah akan semakin besar melalui outlet e-book.

Sebagai penutup kegiatan malam itu Pak Edi S Mulyanta menyimpulkan bahwa dunia tulis menulis tidak akan mati. Teruslah berkarya bagaimanapun keadaannya, di luar masih banyak pembaca yang menginginkan relung keingintahuannya dari setiap tulisan para penulis, dan penerbit Andi akan mencoba menjembataninya di tengah perubahan jaman yang luar biasa. Semoga!

         
   Penulis : Husnul Hafifah 


PUISI MEMBERSAMAI COVID 19









Warna zona

Masa Kecilku dulu
Kukenal warna lewat  lagu
Penuh riang gembira 
Selalu aku nyanyikan lagu balonku
silih ganti dengan lagu pelangi pelangi
kala itu kunyanyikannya di rumah
bukan di bangku sekolah

Masa kecil cucuku 
Aku tak melihat pun tak mendengar                  
Cerianya menyanyikan lagu lagu itu     
Tidak di rumah, juga tidak di sekolah
Cucuku tak kenal warna  balon
Sekolahnya dan pedagang balon dilockdown

Pendar cahaya wewarna
 Pelangi di kaki langit biru
Kali  sekian purnama 
Juga tak ada penampakan
Nyanyian balonku dan pelangi- pelangi
tak bergema serasa lenyap ditelan bumi

Pada kampung kampung
dan kota -kota di negriku kini
yang didendangkan hanyalah update covid 19
Covid mengganti nyanyian para bocah
warna pelangi dan balonku dengan zona
Zona hijau, zona kuning, zona orange dan zona merah

Kota kecilku, 05072020



                                                                     Zona HIjau

New normal persekolahan
Bersungging sebentuk senyum merekah 
Sembunyi di balik masker
Canda tawa cerianya berjarak
Beralur protokol kesehatan
Berselubung beragam persyaratan

Zona kuning orange dan merah
Adalah senyuman yang ditahan
Para bocah lincah, tak bergairah
Melalui hari-hari persekolahannya
 bertemankan kerinduan
Di bilik-bilik kamar
Sendiri di rumah!

Kota Kecilku, 04072020







Terpasung Zona Merah

Binar binar matanya meredup
Kembang senyumnya menguncup
Canda tawanya sunyi menyepi
 mengurung diri melarut di sudut kamar

Dalam remang celah cahaya
Sepasang bola matanya menerawang
Menatap pada langit langit kamar
Dalam asa kacau balau

Ingin berlari mengejar impian
Dalam balutan atribut sekolah
Bersama tas di punggung 
dengan setumpuk buku dan bolpoin

Hatinya ingin segera sampai 
Disambut hangat senyuman para guru
Bercanda ria dengan sahabat 
Menikmati indahnya kebersamaan 
Mengecapi manis pahitnya pendidikan

Namun raganya lunglai
 Tak bisa sekedar mengantarkan
 Zona merah  memerangkap
Memasungnya entah sampai kapan

Bondowoso,3072020

Inilah 6 Kunci Rahasia Menulis ala Dr Ngainun Naim


Belajar Menulis Gel. 13

Pertemuan Ke-15

Narasumber : Dr. Ngainun Naim


 

“ Salah satu kunci penting peningkatan kualitas guru adalah dengan membangun budaya literasi. Literasi berarti budaya membaca dan menulis”

 

Begitulah bagian petikan pernyataan narasumber bimbingan  menulis via wag binaan om Jay, malam  ini. Kegiatan dimoderator oleh Ibu Bu Kanjeng  ( Sri sugiastuti), narasumber  adalah Dr. Ngainun Naim, beliau Dosen  IAIN Tulungagung, penulis juga pengiat literisi.

 Menurutnya guru adalah kunci penting dalam pendidikan. Jika guru berkualitas maka besar kemungkinan kelas yang diajarinya juga berkulitas atau sebaliknya.Salah satu kunci penting peningkatan kualitas guru adalah dengan membangun budaya literasi. Literasi berarti  budaya membaca dan menulis. Seorang guru yang mau dan terus membaca buku dan menulis memiliki peluang untuk semakin meningkatkan kualitas dirinya. Semakin banyak buku yang dibaca, akan semakin baca karya yang dihasilkan. Maka ia akan memiliki kontribusi penting bagi kemajuan pendidikan.

Ada enam kunci kunci penting dalam menulis. Kunci adalah alat untuk  membuka. Alat yang bisa membuka siapa pun untuk produktif menulis. Kunci hanyalah sebatas kunci jika tidak digunakan.Oleh karenanya kunci yang didapatkan harus dipraktikkan agar sesuai dengan fungsinya.

Inilah 6 Kunci Rahasia Menulis

 1. Motivasi.

Apa motivasi anda menulis? Banyak motivasi orang menulis, di antaranya 1) kaier , jika  tulis menulis  itu berkaitan dengan karir motivasinya, maka  implikasinya semakin mahir  menulis maka akan semakin lancar karir yang kita tempuh. Kedua motivasi menulis bisa juga karena  materi, menulis menghasilkan honor. Bagi penulis terkenal mungkin dari menulis bisa mendapatkan honor berlimpah, karena buku-buku yang diterbitkan best seller, namun jumlah yang beruntung seperti ini, konon tidak banyak, yang ada justru sebaliknya mereka tidak mendapatkan keuntungan dari menulis. Ketiga adalah motivasi politik, yakni untuk tujuan politik tertentu. Keempat  motivasi cinta, yakni menulis karena memang mencintai aktivitas menulis. Kelima dst silakan ditambahkan sendiri. Apapun motivasi anda menulis maka akan mempengaruhi terhadap tulisan atau buku yang akan dihasilkan.

2. Meyakini bahwa menulis adalah anugerah

Banyak orang yang ingin menulis tapi tidak bisa melakukannya, entah alasan sibuk, tak ada waktu dan berbagai alasan lainnya. Banyak orang mampu menulis namun tak mau melakukannya.Karena itulah menurutnya bisa menulis adalah anugerah luar biasa yang harus disyukuri. Cara mensykurinya adalah dengan terus menulis. Menulis itu membuat sesorang berbeda dengan orang kebanyakan. Sesederhana apapun buku yang kita hasilkan, akan tetap memiliki kontribusipenting. Abaikan nyinyiran orang yang tidak konstruktif.

3.Menulis itu banyak memberikan keajaiban dalam hidup.

Seperti testimoni yang diberikan oleh Bapak Wijaya Kusuma ( 0m Jay) –seorang blogger, youtuber, dan guru. Beliau menyatakan bahwa dengan menulis setiap hari telah memberikan keajaiban dalam hidupnya. Beberapa keajaiban yang telah dirasakannya antara lain; banyak mendapatkan materi, rajin menulis bukunya mendapatkan royalty, sering diundang sebagai pembicara diforum, memiliki banyak teman, bisa membeli peralatan yang ia butuhkan dalam kehidupannya, dan  tulisannya adalah perekam kehidupan yang ajaib.

4. Tidak mudah menyerah

Semangat menulis itu kadang pasang surut. Ada orang begitu bersemangat untuk bisa menulis. Ikut kegiatan pelatihan  banyak teman semangatnya  berkobar-kobar. Usai pelatihan semangatnya mulai menurun, memudar dan akhirnya lenyap sama sekali. Ketika penuh semangat menulis sehari berlembar lembar terasa ringan dan mudah. Saat  tak bersemangat menulis satu paragrat terasa berat. Menulis itu butuh kesabaran dan konsistensi. Jangan menulis bersifat  rapelan. Menulis lima pragraf tiap hari  jauh lebih baik daripada menulis sepuluh halaman yang dilakukan 3 bulan sekali.

5. Berjejaring

Penulis itu harus membangun jejaring. Ikuti peltihan –pelatihan kepenulisan, bergabunglah dengan komunitas penulis. Penulis pantang menepi, terus berinteraksi, berbagi tulisan dan baca tulisan orang lain, saling memotivasi dan menguatkan.

6. Menulislah sebanyak banyaknya

Menulislah setiap hari, jangan berhenti. Jika merasa tulisan Anda tidak bagus maka dengan menulis tiap hari tulisan  Anda secara otomatis akan baik.

 Kriteria tulisan yang baik menurut Dr Ngainun Naim adalah 1) selesai ditulis, sebagus apa pun ide jika tidak ditulis maka tidak akan bagus. 2) minim salah ketik atau salah teknis dan 3) Bahasa menarik dan didukung oleh logika berpikir yang baik.

Ada 4 tingkatan malu dalam menulis

1)      Malu untuk menulis, jika malu untuk menulis maka selamanya tidak akan menulis. Karenanya agar bisa menulis harus bisa membuang rasa malu.

2)      Malu kalau menulis dan tulisannya dibaca orang, bisa menulis tapi malu jika tulisannya dibaca orang, takut diejek, merasa tidak PD, merasa tulisan jelek dsb.

3)      Malu sudah mulai hilang, sudah biasa menulis tak peduli tulisan jelek, ide gagasan nyambung atau tidak, bagus atau tidak, semua diabaikan penting menulis.

4)      Malu jika tidak menulis, menulis sudah menjadi komitmen diri yang harus dijaga dan dipelihara.Ketika tidak menulis dirinya merasa malu karena tidak bisa menjaga komitmennya.

 

Demikian resume kuliah malam ini semoga bermanfaat, trima kasih Dr.Ngainum Naim atas pencerahannya. Mudah-mudahan malu menulis saya bisa menuju level 4. Aamiin.

 

 

 Bondowoso, 03072020


USIR LINGKAR SETAN KEBUNTUAN DALAM MENULIS DENGAN FREE WRITING


RESUME BIMBINGAN BELAJAR MENULIS GEL.12

PERTEMUAN KE-14

NARASUMBER :  MUHAMMAD FIRMAN  SUWARYA, Guru TIK  SMPN Unggulan Indramayu

Penulis buku TIK dan buku Lainnya


 “Jika saya tantang Anda menulis  1 hari 5 lembar dalam 30 hari kira- kira sanggup nggak ya?”


Kalimat tantangan ini diberikan oleh narasumber  ( Muhammad Firman Surwarya ) biasa dipanggil Pak Firman, setelah ia menyapa peserta, memperkenalakan diri serta  menginformasikan tema perkuliah “ Freewriting” pada pertemuan ke-14 bimbingan menulis Via WA bersama  Om Jay, Rabu 1 Juli 2020.
 
Tema yang disampaikan sangat menarik, kendati terkendala sinyal yang timbul tenggelam.  Menghambat kelancaran penyampaian pesan, namun tidak mematahkan semangat saya untuk menggali wawasan kepenulisan. Saya tetap bersabar ,mengikuti apa yang disampaikan dan didiskusikan dalam kegiatan malam ini.

Seseorang yang konsisten dalam menulis misalnya menulis 5 lembar tiap hari, menurutnya insyallah akan menjadi penulis handal dan produktif. Permasalahannya secara umum menulis 5 lembar perhari itu membutuhkan berjam-jam, akan muncul rasa bosan juga. Dan ini bisa menimpa siapa saja baik itu penulis pemula dan penulis handal sekalipun. Belum lagi ide yang tiba-tiba hilang, bingung mau menulis apa, bla, bla,… yang endingnya membuat capek, lelah dan malas menulis. Atau disaat males tiba-tiba menemukan ide baru. Begitu dituangkan dalam tulisan mandeg  padahal idenya bagus. Tidak jadi mandeg lagi, dapat ide lagi, ditulis lagi  tapi mandeg lagi. Tulisan pun tak jadi -jadi. Inilah yang dalam kepenulisan itu disebut dengan lingkar setan kebuntuan menulis. Serem ya ternyata menulis banyak setannya. Pantas menulis buku tidak jadi-jadi. He he tenang malam ini ada pawang pengusir setannya.

Bagaimana cara mengusir Lingkar setan ini?

Berdasarkan pengalaman Narasumber,  lingkan setan harus dilawan dengan Free writing. Free writing ini merupakan  teknik menulis di mana seorang menulis terus- menerus untuk jangka waktu tertentu, tanpa memperhatikan ejaan, tata bahasa, kalimat, sambung dan tidaknya ide gagasan dll. Jadi intinya dalam target waktu yang ditentukan penulis itu terus menulis saja, menulis bebas.

Bagaimana Penerapan Free Writing

Seperti dalam ilustrasi yang berikut, ibaratkan seseorang akan mengikuti ujian, ia tidak pernah memikirkan sebelumnya jika akan terlambat. Ia mempersiapkan diri datang lebih awal dari jam yang ditentukan, pada kenyataannya ketika di jalan Ia menemui kemacetan, hingga 1 jam. Waktu ujian 2 Jam sisa 1 Jam. Apa Yang dilakukan? Otomatis tetap mengerjakan soal ujian dengan cepat tanpa mempertimbangkan takut salah, semua dikerjakan sampai jam berakhir.

Dari ilustrasi ini saya menangkap ketika seseorang melatih diri agar terbiasa menulis maka langkah  yang dilakukan adalah:

1.    Menetapkan waktu. Apakah 30 menit, 1 jam ataukah kurang dari 30 menit. Sesuaikan dengan kemampuan dan kesanggupannya.

2.     Terus menulis dengan mengabaikan tanda baca,tatabahasa, ejaan, kerapian. Kualitas tulisan tidak penting, penting menulis.

3.      Jangan berhenti menulis sampai waktu habis, jangan membaca tulisan yang sudah ditulis.

4.      Jika kehabisan ide tetap menulis, menulis apa saja untuk menjaga tangan tetap bergerak.

5.     Jika waktu habis, bacalah apa yang ditulis, dan lakukan kroscek.

Free writing ini konsepnya adalah menulis, menulis apa saja, apakah itu ide jelek, ide bagus ada hubungan apa tidak yang penting menulis, membiasakan diri menulis. Dengan membiasakan menulis “free writing” nanti akan merasakan bagaimana ajaibnya rangkaian kata yang kita buat. Jika sudah terbiasa maka barulah kita belajar ilmu mengedit tulisan.

Seiring berjalannya waktu dengan dimilkinya kebiasaan menulis tentu ada keinginan dari kita bagaimana caranya agar kita bisa menghasilkan tulisan yang baik dan berkualitas. Seorang penulis harus menguasai ilmu kepenulisan dan pentingnya banyak membaca. Jadi Anda yang masih  merasa memiliki lingkar setan kebuntuan dalam menulis, maka ada baiknya dari sekarang  praktikan free writing,

Kesimpulan: 

Rasa bosan adalah penyakit yang sangat berbahaya, melebihi covid 19. Hati hati dan waspada dia menyerang dengan tiba-tiba. Maka pupuskan denga coba dan coba lagi, sampai kapan? Sampai sukses.

Siapa pun bisa jadi apa pun asalkan dia mau dan berusaha dan berdoa, kuncinya utamanya adalah percaya diri.

Teruslah menulis dan menulis jangan pernah berhenti, wujudkan cita-cita untuk menerbitkan buku.

Kobarkan semangat di dalam dada.

Hidup Penulis!

Hidup PGRI jayalah selamanya.

 Demikian penceharan bimbingan menulis yang saya dapatkan dari pertemuan ke-14 malam ini. Semoga bermanfaat. 

 Penulis : Husnul Hafifah