Enam Langkah Menulis Man Jadda Wajada

Resume Belajar Menulis Gel 12

Via Wa Bersama OM Jay

Pertemuan Ke- 22, Senin 20 Juli 2020


Man Jadda Wajada “ siapa bersungguh-sungguh  ia akan berhasil

Kata mantra sakti yang pertama kal ia dapatkan ketika   nyantri di pondok pesantren Gontor. Man Jadda wajada , akhirnya benar -benar  mengubah hidupnya , perjalanan setelah 20 tahun keluar dari pondok menyadarkan betapa-kata kata itu memiliki pengaruh hebat jika dimanfaatkan dengan baik.

Pepatah arab ini dipadunya  dengan prinsip manajemen  modern dan diikatnya menjadi buku  dan materi pelatihan. Buku Man jadda wajada mengantarkannya menjadi penulis buku dan motivator man jadda wajadda. Membawanya keliling ke -33 provinsi kecuali Papua diundang memberikan pelatihan pelatihan, Ia masih menaruh harapan besar ketika usai Covid nanti bisa berkunjung ke Papua.

 Siapakah dia ?

Perkenalkan, nama saya Akbar Zainudin, saya adalah trainer dan motivator Man Jadda Wajada. Pekerjaan saya sehari-hari adalah mengajar. Memang tidak ada lembaga tetap, karena saya mengajar di berbagai lembaga sebagai trainer. Terkadang mengajar di sekolah, pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan juga swasta. Materi yang saya kuasai berkisar pada motivasi; motivasi belajar, motivasi menulis, motivasi bekerja, motivasi mengajar, motivasi berwirausaha, dan motivasi hidup.

Demikian kalimat perkenalan yang disampaikan oleh narasumber  pelatihan menulis episode ke -22, tanggal 20 Juli 2020. Saya tak pernah menyangka sebelumnya, jika disisa umur ini masih diberi kesempatan bertemu dengan penulis hebat Man Jadda Wajadda. Rasa syukur terdalam saya kepada Allah swt,  semoga pertemuan secara daring via Wa dengan seorang penulis buku best seller ini akan banyak memberikan manfaat. Saya mengetahui buku Man Jadda Wajada ini sekitar 20 tahun lalu ketika masih menjadi guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bondowoso melalui seorang guru Bahasa Arab. Saya sempat membaca sekilas, membaca cepat dari kerangka buku itu, juga sebagian kecil  isi dari artikel yang ada. Jujur waktu itu saya mengakui isinya memang bagus dan sangat memotivasi. Memberi inspirasi dan memotivasi semangat kepada para pembacanya.

Dalam pertemuan sekitar 2 jam itu Sosok Akbar Zainudin dengan telaten dan terinci memberikan tips atau langkah-langkah dalam menulis buku. Inilah paparan materi diberikannya.

Ada 6 Langkah dalam menulis buku, yang disingkat menjadi TOJTRP

1.       Langkah 1. T : tema

 setiap buku memiliki tema besar, baik buku fiksi ataupun non fiksi.  Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema ini satu saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya. Kalau bukunya, kebanyakan adalah buku-buku motivasi. Kalau Ahmad Fuadi, Novel tentang impian, pesantren dan kerja keras. Habibur Rahman “ ayat ayat cinta” tentan romatisme relegi dst.Untuk penulis pemula, mengingat menulis itu terkait dengan branding maka saran yang diberikan “ sebaiknya berusahalah focus pada satu tema tertentu dulu, agar pembaca mengenal kita akhli di bidang apa.

2.       Langkah 2. O :  OUTLINE atau DAFTAR ISI.

       Memiliki fungsi antara lain 

  1.        Agar tulisan kita terarah. 
  2.        Bisa buat jadwal dan target.
  3.        Menghindari "ngeblank" pada saat menulis.
  4.        Agar bukunya selesai

Menulis buku tanpa  ada daftar isi, akan sulit buku untuk selesai.  Salah satu hal penting yang sering diabaikan orang, merasa sudah tahu apa yang ditulis, akhirnya tidak ada outline dan langsung menulis. Akibatnya, tulisannya tidak terarah, “melenceng” dan “lari” ke mana-mana, tidak tahu jalan akhirnya. Meskipun banyak ide itu bagus, tetapi yang jauh lebih bagus adalah ide yang difokuskan. Cara memfokuskan ide adalah dengan membuat outline.

Bagaimana Membuat Outline?

Untuk buku nonfiksi outline  dikembangkan melalui prinsip dasar 5 W dan H

What: terkait dengan pengertian, definisi, pembagian, jenis-jenis dsb

Why: berisi tentang alasan mengapa buku ini ditulis ,tujuannya apa dan manfaatnya apa.

How : berbicara tentang bagiamana, tips dan trick, strategi, langkah-langkah dsb.

Sedangkan where dan when bisa tidak digunakan.

Contoh : Tema Santri dan Menulis

What

  1. Santri dan keterampilan menulis
  2. Keterampilan apa saja yang dibutuhkan agar bisa menulis
  3. Para ulama dan karya mereka di masa lampau
  4. Dan seterusnya

WHY        

  1. Santri Harus Menulis
  2. Tujuan menulis
  3. Tantangan Mengapa santri menulis
  4.  dst

              How

  1. Bagaimana cara menulis
  2. Bagaimana membangun disiplin menulis
  3. Tip dan trick menjadi penulis
  4. dst

Bagaimana Membuat Outline untuk buku Fiksi

Pertama: WHO? Siapa saja tokoh-tokohnya.

Tentukan tokoh-tokoh yang akan menjadi bagian dari cerita.

Misalnya, ayah, ibu, teman, guru, dan sebagainya.

Kedua: Karakter

Gambarkan profil setiap tokoh dengan sifatnya masing-masing.

Ketiga: Plot atau Alur Cerita.

Gambarkan alur cerita dari awal hingga akhir. Potongan ceritanya seperti apa. Di mana akan membangun cerita emosionalnya, di mana sedihnya, di mana senangnya. Terus ending cerita seperti apa, apakah happy ending, sad ending, dan sebagainya.Membuat outline ini bisa langsung dituliskan outlinenya atau bisa dengan beberapa alat bantu. Biasanya saya menggunakan mindmap untuk membantu membuat daftar isi.

Apakah wajib? Tidak harus. Tetapi kalau saya pribadi, ini harus ada. Biar ada rel ke mana tulisan kita, biar selalu ada arah kalau kita menemui jalan buntu, dan ini yang paling penting; bisa membuat jadwal agar buku cepat selesai.

 CONTOH OUTLINE

 Buku  "Man Jadda Wajada". Buku ini adalah buku dengan tema motivasi umum, motivasi hidup. Dikembangkan dari konsep dasar 5W dan 1H.

Biasanya dimulai dengan WHY. Jika terkait motivasi, penjabaran tentang WHY bisa digambarkan sebagai berikut:

  1.  Mengapa motivasi itu penting dalam hidup.
  2.  Motivasi apa yang membuat orang tergerak untuk berubah.
  3.  Apa tujuan hidup seseorang?
  4.  Mengapa orang harus berubah?
  5.  Darimana perubahan itu bisa dimulai?
  6.  Apa saja yang harus diubah?

Setelah WHY, hal kedua yang terpikir adalah WHAT.

Hal-hal yang terpikir dalam kategori WHAT adalah:

  1.  Apa itu sukses?
  2.  Langkah-langkah apa saja yang harus dijalani agar kita bisa sukses?
  3.  Potensi diri, kelebihan dan kekurangan
  4.  Memahami bahwa sukses itu bisa kita dapatkan

Setelah why adalah How, berisi tentang bagaimana, strategi, langkah-langkah dan trik juga action.

Penjabarannya:

  1. Bagaimana bermimpi besar
  2. Bagaimana membuat rencana ( action plan)
  3. Bagaimana berani memulai
  4. Bagaimana menjadi kreatif
  5. Membangun momentum berubah
  6. Kapan harus memulai?

Buku lain karyanya yang  dibedah Daftar Isinya adalah buku "Ketika Sukses Berawal dari Pesantren". Target buku ini adalah para santri, umur SMP dan SMA.Karena itu, buku ini sederhana, ringan, bisa dibaca oleh pembaca dalam rentang umur tersebut, dan tetap bobot isinya tinggi.

 Diuraikan melalui WHAT, WHY, dan HOW.

  1.  Apa itu sukses.
  2. Apakah bisa anak pesantren itu sukses?
  3.  Kisah-kisah sukses alumni pesantren.
  4. Sukses itu apa menurut pesantren?
  5.  Bagaimana caranya agar kita sukses?
  6.  Apa yang harus kita lakukan mulai dari sekarang?

Dari poin-poin itu  dijabarkan lebih detail lagi menjadi daftar isi yang cukup lengkap. Daftar isi ini lalu  tuliskan satu per satu, maka jadilah buku " Ketika Sukses Berawal dari Pesantren” buku ini laris sudah terjual 25.000 eksplar. Fantastis!

CONTOH OUTLINE BUKU UKTUB

Satu lagi, bukunya yang  dikhususkan untuk panduan menulis buku, judulnya "UKTUB: Panduan Lengkap Menulis Buku dalam 180 Hari".

Buku ini merupakan rangkuman best practices Akbar Zainudin sebagai penulis sekaligus motivator andal yang ingin ditularkan kepada saya

Rahasia Akbar Zainudin menjadi penulis sukses terangkum lengkap dalam buku ini. Semua pertanyaan dan keingintahuan tentang dunia penulisan, perbukuan, dan penerbitan dijawab secara lengkap dan jelas di buku ini. Jika Anda serius mempraktikkan isi buku ini, dijamin Anda akan menjadi penulis sukses hanya dalam 180 hari!

"Judul buku ini sangat tepat karena semangat Iqra’! (Bacalah!) sebaiknya diikuti dengan Uktub! (Tulislah!). Bacalah buku senior saya di Gontor ini, untuk belajar kiat-kiat menulis dari proses menangkap ide sampai menerbitkan buku  yang bagus dan laris manis”_ ahmad Fuadi, Penulis Novel Best seller Negeri 5 Menara. Bla, bla endorsmen dari para penulis dan penerbit lainnya.

Buku UKTUB memiliki beberapa bagian besar :

  1. Sikap mental
  2. Motif menulis
  3. Mencari ide
  4. Apa yang ditulis
  5. Bagaiaman menulis
  6. Mengenal pembaca
  7. Mengenal penerbit

Saran yang higly recommended Anda membeli, mempelajari dan mempraktikan apa yang ada di buku ini. Biar lebih serius lagi dalam belajar menulis buku. Ok ? Yuk pesan he he.

3. Langkah ketiga adalah J : Jadwal Penulisan.

Kalau daftar isi sudah dibuat, misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Katakan 1 tulisan jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu kapan mau selesai.Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.

CARA MEMBUAT JADWAL

 Buatlah tabel dengan 4 kolom, yang berisi No-Judul Artikel-Target Lama Menulis-Tanggal-Keterangan

  1.  Isi Nomer
  2.  Isi Judul Artikel
  3.  Perkirakan Berapa Lama (Berapa Hari) Artikel akan Ditulis
  4.  Buat sesuai dengan tanggal yang ada saat ini.
  5.  Isi Keterangan dengan apakah sudah selesai ditulis atau belum.

 Jadwal menulis ini menentukan. Kalau ada jadwal, kita bisa mengacu pada jadwal tersebut dan bisa mendisiplinkan diri sendiri. Karena kita tahu di mana akhirnya, kapan draft naskah kita akan selesai. Kalau tidak ada jadwal, kita tidak pernah tahu perkiraan draft naskah kita kapan selesai.

4. Langkah keempat adalah T: Tuliskan

Outline sudah ada, jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai outline dan jadwalnya. Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak. Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.

5. Langkah kelima adalah R,  REVISI.

Revisilah tulisan kalau semua draft tulisan sudah selesai. Jangan terpaku hanya satu judul sampai sempurna. Kalau kurang-kurang sedikit, tidak apa-apa. Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft buku. Tahap kedua, baru revisi.

  1.  Apa saja yang direvisi?
  2.  Data dan informasi yang kurang.
  3.  Tata Bahasa
  4.  Gaya Tulisan. Disamakan dari awal hingga akhir.
  5.  Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.

6. Langkah keenam adalah kirim ke penerbit.

Apa yang mejadi pertimbangan penerbit?

Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca.

Apakah pembaca butuh buku kita?

Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh?

Buku kita menjawab kebutuhan apa?

Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar.Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca.

Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis. Apa kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis? Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.

Demikianlah penjelasan tentang langkah-langkah menulis buku, untuk sesi tanyajawab, saya tidak menuliskan di sisni sebagai pengganti  bisa klik link : https://youtube./kF-Qhfq2MO8

Closing statement

Menulis itu tentang  latihan. Bukan bagaimana Anda tahu bagaimana menulis sebanyak-banyaknya tetapi bagaimana Anda berlatih sebanyak-banyanyak.

Semakin banyak berlatih, tulisan kita akan semakin abaik. Itu saja kuncinya. Mulailah dengan tekat yang kuat untuk memperbaikai nasib dan hidup kita, serta untuk bermanfaat bagi orang banyak.

Ikuti dengan membuat outline dan jadwal menulis lalu konsisten menulis setiap hari. Insyaallah hidup dan nasib kita akan berubah. Bismillah, malam ini jadikan momentum,kita naik kelas dan melesat lebih tinggi. Mudah mudahan bermanfaat. Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sekali lagi terima kasih Om Jay, Ibu Sri dan rekan-rekan sekalian yang luar biasa.

Kehormatan besar bisa berbagi dengan Bapak Ibu sekalian. Sampai ketemu di lain kesempatan.

Salam Man Jadda Wajada

Coach Akbar Zainuddin

Wassalamualaikum warahmatullahi wabararakatuh


KENANGAN DI ATAS BATU BERSAMA ( PUISI ) SAPARDI DJOKO DAMAONO


Usai telepon dengan anak sulung sekitar jam 10-an tadi pagi, saya menemukan wapri dari adik bungsu yang tinggal di Bandung. Ia mengirimkan link detik.com. Tanpa pikir panjang langsung saya mengeklik, dan muncul  judul dengan tulisan dalam fon ukuran bersar berbunyi Sapardi Joko Damono Meninggal Dunia.

“innalillahi waiinna ilahi rojiiun. Telah meninggal dunia Satrawan besar Indonesia Prof. Dr Sapardi Djoko  Damono. Infonya beliau meninggal dunia di Eka Hospital, BSD pada hari Minggu (19 /07/2020 pukul 09.17.

Ternyata setelah saya buka chat dari beberapa grup yang ada di gawai , isinya juga sama postingan berita duka kepulanganya. Sebagai sesama muslim saya pun mendoakannya ,semoga beliau husnul khotimah, Allah ampuni segala kesalahan serta dosanya , keluarga yang ditinggalkan  diberikan kesabaran yang luas aamin. 

Dari berita online yang saya ikuti ucapan duka dan doa belasungkawa pun terus mengalir di linimasa  dan menjadi trending topic di twitter. Banyak unggahan postingan yang menggambarkan patah hati terdalam dari fannya ( fiersa Besari). Berikut di antaranya:


 

 

 

 

 

 

 

Sapardi Djoko Damono (lahir di Surakarta, 20 Maret 1940 – meninggal di Tangerang Selatan, 19 Juli 2020 pada umur 80 tahun) adalah seorang pujangga berkebangsaan Indonesia terkemuka. Ia kerap dipanggil dengan singkatan namanya, SDD. SDD dikenal sebagai penyair yang orsinil dan kreatif. Berbagai puisinya diungkapkan dengan sederhana  namun penuh makna kehidupan, sehingga beberapa di antaranya sangat populer, karyanya dikagumi  berbagai kalangan  baik sastrawan maupun khalayak umum ( wekipedia)

Beberapa karya puisi yang dikagumi banyak orang diantaranya adalah di bawah ini. Lihatlah bagaimana penyair Sapardi Joko Damono dalam mengeskpresikan kalbunya. Pemilihan diksi yang sederhana, rima yang indah namaun memliki kedalaman makna yang kuat .

 

Yang fana adalah waktu. Kita abadi

Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga

sampai pada suatu hari

kita lupa untuk apa.

“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”tanyamu.

Kita abadi.

Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan Juni

Dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan Juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu


Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

 

Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti,

jasadku tak akan ada lagi,

tapi dalam bait-bait sajak ini,

kau tak akan kurelakan sendiri.

Pada suatu hari nanti,

suaraku tak terdengar lagi,

tapi di antara larik-larik sajak ini.

Kau akan tetap kusiasati,

pada suatu hari nanti,

impianku pun tak dikenal lagi,

namun di sela-sela huruf sajak ini,

kau tak akan letih-letihnya kucari.

 

Saya punya kenangan tersendiri dengan puisi Prof. Dr Sapardi Joko Damono. Ketika itu saya masih Kuliah D3 Jurusan Bahasa Indonesia Unej. Dosen Pengampu matkul Kajian Puisi Bpk. IC Soedjarwadi mengadakan lomba baca puisi khusus mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia Program D3. Pesertanya lumayan banyak sekitar 30-an. Judul-judul puisi sudah ditentukan dan diumumkan 1 Minggu sebelumnya oleh beliau.  Saya pun tidak ketinggalan ikut ambil bagian.   Puisi  pilihan  saya “ Krawang Bekasi” karya Khairil Anwar.  Saya mendapatkan no.undian tengah tengah. Untungnya peserta boleh jadi penonton asal tetap bisa menjaga ketertiban.

Senang rasanya bisa menonton tampilan tiap-tiap peserta, sambil mengamati bagaimana mereka tampil, dag dig dug juga rasanya.  Ada kejadian tak terduga yang terus saya ingat hingga kini .Saat  panitia memanggil salah satu peserta, dan peserta yang dipanggil kebetulan  mahasiswa laki-laki. Karsono namanya. Ia membungku memberi hormat sebelum membaca puisinya. Tiba-tiba terdengar bunyi glodak-glodak sesuatu menggelinding di lantai ruangan , melewati bawah kursi peserta yang duduk dengan eksperesi tegang, kadang juga sambil komat-kamit dalam hati menghafal teks.  Rupanya peserta tadi membawa property batu sebesar kepal tangannya.  Jadilah kami tertawa  terbahak menggaduhkan ruangan yang semula sepi. Jujur saya sendiri tidak nyantol  apa maksudnya ia menggelindingkan batu.  Baru setelah suasana gaduh bisa dikondisikan, peserta tadi diminta melanjutkan membacakan puisinya. Di sanalah akhirnya saya tahu ternyata Judul puisinya adalah  Di Atas Batu  ( kumpulan Sajak Perahu kertas ) Karya Sapardi Joko Damono.

Kejadian itulah yang jadi kenangan dan melekat di hati saya hingga kini ( 30 thn). Untuk pertama kalinya saat itu saya mengenal Judul puisi beliau juga nama beliau. Kenangan itu kembali muncul hari ini, ketika beliau berpulang 

                                                                             

DI ATAS BATU

ia duduk di atas batu dan melempar-lemparkan kerikil ke tengah kali…

ia gerak-gerakkan kaki-kakinya di air sehingga memercik ke sana ke mari…

ia pandang sekeliling :

matahari yang hilang – timbul di sela goyang daun-daunan,

jalan setapak yang mendaki tebing kali,

beberapa ekor capung

— ia ingin yakin bahwa benar-benar berada di sini

Perahu Kertas, Kumpulan Sajak,

1982.

Selamt jalan Prof.Dr Sapardi Joko Damono, hari ini Engkau telah pulang, namun karyamu tak kan hilang.



          Penulis : Husnul Hafifah 

              Sumber:
 10 Puisi Sapardi Djoko Damono: Hujan Bulan Juni hingga Yang Fana Adalah Waktu, https://jateng.tribunnews.com/2020/07/19/10-puisi-sapardi-djoko-damono-hujan-bulan-juni-hingga-yang-fana-adalah-waktu

Yuk Menulis dari Artikel ke Buku ( Bagian 2)


 Menulis dari Artikel ke Buku

Menulis merupakan suatu keterampilan. Sebagaimana halnya orang ingin bisa mengendarai sepeda  maka seseorang harus berlatih hingga mahir. Dalam berlatih acapkali harus jatuh bangun berkali- kali. Karena latihan dan semangat pantang menyerah akhirnya bisa, lama-lama terampil atau mahir.Ketika seseorang sudah trampil menulis (artikel), pekerjaan menulis buku bisa menjadi lebih gampang. Mereka yang sudah terbiasa menulis artikel akan lebih cekatan dalam menghasilkan buku.

Anda yang ingin menulis dari artikel ke buku? Inilah tips-tipsnya!

Pertama, saat harus merancang dan menulis buku.

Menulis idealnya memang secara langsung belajar menulis buku. Namun tak sedikit penulis yang menulis buku berawal dari menulis artikel. Untuk yang belajar menilis buku secara  menulis langasung maka berikut merupakan tips yang bisa diterapkan.

  • Tetapkanlah tema yang akan diangkat.
  • Buatlah Daftar Isi.
  • Mulailah menulis. 

 Kedua, kala menghimpun artikel menjadi buku.

Tulislah sebanyak mungkin artikel dengan tema sejenis. Misalnya, bertema pendidikan. Setelah, dirasa cukup untuk dijadikan buku, lakukan langkah: a).Edit ulang. Sering artikel menggunakan “bahasa Koran”, seperti “kemarin”, “pekan lalu”. Untuk itu, ubah dengan mencamtumkan tanggal kejadian yang dimaksud. b).Jika diperlukan, buatlah rubrikasi. Meski semua berada di rumpun pendidikan, mungkin masih bisa dikelompokkan lagi dalam bidang yang lebih khusus. Misal, ada rubrik “Spirit Pembelajar di Semua Musim”, “Menjadi Orangtua Sekaligus Guru”, “Betah di Perpustakaan Keluarga”, “Merancang Liburan Bernuansa Pembelajaran” dan “Belajar di Masa Pandemi”.

Mudah bukan ? Mari menulis setiap hari, jangan pernah bosan apalagi berhenti. Tulislah artikel sederhana lalu jadikan buku. Selamat mencoba!

Selain menulis artikel tak kalah penting ketika menulis juga belajar membuat resensi Resensi Buku.

Apa itu resensi buku?

Resensi buku merupakan ulasan kritis atas sebuah buku. Di dalamnya paling sedikit berisi identitas buku yang akan diresensi, ringkasan isi buku ( bisa dipilih dari bagian –abgian yang paling penting) dan penilain objektif atas buku baik segala kelebihan serta kekurangannya.

Bagaimana langkah-langkahnya?

Resensi buku bisa berisi jawaban atas pertanyaan berikut, yang ditulis dalam gaya artikel.

  •        Tulislah identitas buku
  •       Apa isi ringkasinnya
  •       Apakah penulis memiliki kompetensi
  •       Apakah buku itu didukung referensi yang memadai
  •        Buku itu ditujukan kesekmen pembaca mana?
  •       Adakah pengetahuan baru yang disodorkannya ataukah sekedar repetisi dari buku yang sudah ada?
  •       Apa kelebihan dan kekurangannya, missal apa mudah dipahami oleh semua kalangan
  •       Bagaimana performa buku? Menarik ataukah sebaliknya?
  •       Tepatkah kehadirannya?
  •       Berhargakah untuk segara dibacaatau kita miliki? 
            Berikut adalah contoh resensi:

Keuntungan jika Anda Rajin Menulis Resensi Buku

  1.          Saat akan menulis buku kita lebih terbimbing kareana sudah sering mengkritisi buku karya orang lain.
  2.         Memberikan pengalaman agar kita tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang yang dilakukan penulis lain.

Itulah poin-poin penting  yang perlu dikuasi oleh penulis dalam menulis dari artikel ke buku  bersama Bapak M. Anwar Djaelani . Semoga bermanfaat selamat mencoba !

Menulislah setiap hari, mulailah dari saat ini.

         
        Penulis Husnul Hafifah
        diarynulfah.blogspot.com 


Menulis Yuk! dari Artikel ke Buku ( Bagian 1)

Resume Bimbingan Belajar Menulis

Pertemuan ke 20

Hari /Tanggal : Rabu 15 Juli 2020

 Narasumber :  M. Anwar Djaelani,

Hari ini, saya akan berbagi tulisan hasil mengikuti bimbingan menulis dan menerbitkan buku bersama om Jay yang memasuki pertemuan ke-20. Pada hari Rabu tanggal 15 Juli 2020, pukul 19.00 sd.21.00, dengan topik pembahasan Cakap menulis dari artikel ke Buku. Bersama Narasumber handal, M. Anwar Jaelani.  Sosok ayah tiga anak kelahiran Pemekasan 23 April 1962  ini aktif menulis artikel sejak 1996. Jejak rekam artikelnya banyak dijumpai di Jawa Pos. Radar Surabaya,surya, Malang Pos dan Republik. Sedangkan untuk media online di www.inpasonline.come, www.hidayatullah.com ,  www.kanigoro.com , www.islampos.com , dan www.anwardjaelani.com .

 Di antara karya bukunya adalah Berdekat- dekat Kepada yang Mahadekat (2020). Keluarga sakinah perindu Jannah ( 2019) Jejak kisah pengukir sejarah ( 2018) , 50 Pendakwah Pengubah sejarah ( 2016) Warnai dunia dengan menulis ( 2012), serta buku- buku antologi lainnya.

 Seperti yang disampaikannya menulis baik artikel  maupun buku adalah sebuah ketrampilan.  Kecakapan seseorang dalam menulis, diperoleh dari latihan. Semakin rajin berlatih maka akan semakin terampil . Sikap giat berlatih akan muncul hanya jika ada motivasi yang kuat. Bagi umat Islam, misalnya, motivasi bisa muncul dari keinginan untuk mengamalkan QS Al-Alaq 1-5. Di situ, ada petunjuk agar kita aktif membaca sekaligus ada pula rangsangan untuk gemar menulis.

Bersemangatlah untuk belajar menulis artikel, dengan kecakapan yang dimiliki insyaallah akan naik kelas dari menulis artikel bisa bermuara kepada lahirnya buku demi buku. Bahwa, trampil menulis artikel dapat bermuara untuk juga cakap menulis buku.

Berikut ini merupakan resume materi seputar menulis Artikel.

Modal Utama Penulis

Banyak membaca adalah modal utama penulis.  Membaca sebanyaknya mungkin bahan bacaan terutama bidang yang kita sukai.  Dengan banyak dan sering membaca seseorang akan, pertama, mendapatkan pengetahuan / wawasan baru. Kedua, mendapatkan ide untuk menulis sesuatu sebagai pengembangan dari apa yang sudah dibacanya. Ketiga,mengakayakan diri dengan perbendaharaan kata.

Artikel  dibuat  setelah mendapatkan tema yang bisa berasal dari berbagai sumber yang kita baca yang ada disekitar kita, baik melalui buku, koran dan media sumber lain yang bisa dibuat artikel

Pengaruh Tulisan

Sangat dahsyat pengaruh dari tulisan. Lihatlah  ungkapan salah seorang pendiri Pesantren Gontor KH Imam Zarkasy (1910-1985) berikut ini. Bahwa, andai tak punya murid, “Saya akan mengajar dunia dengan pena”.  

 Mari, Maju dengan menulis

Sebuah ajakan bijak pada kami agar kami selaku pendidik bisa membawa kemajuan dengan menulis. Tema untuk dikembangkan menjadi artikel cukup mudah kita dapatkan karena banyak tersedia di sekeliling kita. Tema bisa berasal dari isi koran, majalah, televisi, dan internet. Dalam menulis perlu membiasakan diri untuk terus menulis dan itu harus didasari pada sebuah niat yang benar. Tatalah niat kita lebih dahulu.Buatlah niat yang kokoh, misalnya dari sisi agama. Dengan niat  yang baik semoga  percepatan pengusaan kecakapan menulis bisa secepat mungkin kita raih.

Artikel adalah Sebentuk Karya tulis

Apa Motivasi Kita Menulis Artikel?

 Jika  menulis artikel agar bisa dimuat di media, maka agar tulisan bisa tembus dimedia, ada beberapa persyaratan yang harus dikuasi oleh penulis. 

 Penentuan tema

Tema tulisan harus aktual dan menarik perhatian publik. Jika dua hal itu sudah dipenuhi, maka syarat pertama agar artikel kita dimuat media sudah terpenuhi. Tinggal syarat yang lain seperti, misalnya, orisinalitas gagasan, kekuatan argumentasi, dan kecermatan berbahasa.Tema akan datang mengalir deras, terutama jika kita sudah membiasakan diri untuk menulis. Nyaris di setiap kita membaca, melihat, atau mendengar sesuatu yang “tak biasa”, biasanya lalu terbit ide untuk mengartikelkannya.

        Langkah Menulis Artikel

Setelah tema tulisan kita tetapkan, buatlah outline (kerangka karangan). Langkah ini diperlukan sebelum kita menulis secara lengkap. Outline kita buat untuk memudahkan pengembangan penulisan.

Pada dasarnya, alur menulis itu terangkai dalam “Tiga Besar” yaitu pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Pendahuluan disampaikan secara ringkas masalah apa yang akan kita bicarakan. Lalu, di pembahasan, diurai dan analisis masalah yang  dipaparkan di bagian pendahuluan. Kemudian, di penutup, berilah kesimpulan dan saran berdasarkan uraian dan analisis sebelumnya.

Contoh Outline

Tetap Berseri-seri Belajar di Masa Pandemi

  1.         Pandemi Covid-19, ujian bagi semua (1 paragraf)
  2.         Manusia selalu diuji dengan bentuk beragam (2 paragraf)
  3.         Sekilas Covid-19 (1 paragraf)
  4.         Dampak negatif Covid-19 secara umum (2 paragraf)
  5.         Dampak negatif Covid-19 di dunia pendidikan (3 paragraf)
  6.         Sudut pandang agama, bersama kesulitan ada kemudahan (2 paragraf)
  7.         Berbagai pilihan cara belajar di saat pandemi (4 paragraf)
  8.         Penutup / kesimpulan; Tetap optimis di situasi apapun (1 paragraf) 

         Total, ada 16 paragraf

Outline atau kerangka pikir,  panjang artikel untuk media massa/koran terdiri atas  6000 karakter termasuk spasi. Biasanya terdiri atas kurang lebih 15 paragraf . kembangkan outline dalam sub sub paragraf. 

Bagian pendahuan 1

Ada 2 aspek yang berperan besar dalam kesuksesan tulisan. Pertama Judul dan yang kedua lead. lead adalah paragraf pertama dibawah Judul. Kedua hal ini sangat penting dan menentukan apakah tulisan yang dibuat akan dibaca sampai tuntasa saat membaca kedua hal tersebut.

a.  “Judul Pemanggil”

Judul yang baik, antara lain: a).Mampu mencuri perhatian pembaca. b).Mencerminkan tema / arah tulisan, sehingga bisa menjadi semacam miniatur isi keseluruhan tulisan. c).Ringkas dan padat. Judul sekitar 4 kata tidak termasuk kata tugas. Judul mengandung rima atau pengulangan bunyi.

Sebagai sarana berlatih, seringlah memerhatikan judul-judul artikel di berbagai media.

 Contoh Judul:

  •  Urgensi Meneliti dan Menulis Menulis ( Jawa pos  ) 
  •   Menunggu Realisasi Program Buku Murah (Jawa Pos, 31/07/200
  •   Hukuman Guru dan Mimpi Buruk Murid (Radar Surabaya)

 Contoh Judul:

  • Rindu Pemimpin Menulis Buku (Jawa Pos 17/05/2017)          
  • Menjaga Martabat Penerima Zakat (Jawa Pos)

  b.  “Lead Penggoda”.

Lead adalah pendahuluan berbentuk paparan ringkas dari masalah yang akan kita kupas. Posisi lead menempati paragraf pertama. Fungsi lead adalah penggugah rasa ingin tahu pembaca. Lead mengantar pembaca ke gagasan utama sang penulis.

   Bagian 2.   “Pembahasan nan Menawan” dalam Artikel

Di bagian ini, isinya berupa analisis atas masalah yang kita angkat. Pembahasan harus sistimatis, argumentatif, tuntas, dan ditulis dengan bahasa baku namun tetap dengan sentuhan popular. Bagaimana menulis argument yang baik, maka sangat dianjurkan, perbanyak membaca artikel karya orang lain. Sehingga dengan membaca karya orang lain.

 Bagian3   “Penutup yang Menggugah”

Bagian ini memuat kesimpulan dan/atau saran atas masalah yang kita kupas. Disajikan sekaligus dengan gaya pamit. Lihat contoh lead dan penutup berikut ini:

Tiga Gaya Lead dan Penutup 

Perhatikan contoh berikut

Judul: Guru Rajin Menulis dan Efek Besar Itu

Lead (Gaya pertama, menggoda dengan pertanyaan):

Semua orang, tanpa kecuali, harus menjadi pembelajar di sepanjang usianya. Maka, sungguh menyenangkan jika guru suka menulis. Amat membanggakan andai guru rajin menulis. Apa hubungan seorang pembelajar dengan posisi guru yang gemar menulis?

     Penutup:

Sungguh, jadilah pembelajar tiada henti dengan cara menjadi guru yang penulis. Sungguh, duhai para guru, bersemangatlah untuk menjadi pahlawan yang berjasa karena banyak menghasilkan karya tulis. Karya-karya itu, semoga secara meyakinkan menginspirasi murid, orangtua murid, dan masyarakat luas. Indah!

Judul: Rindu Pemimpin Menulis Buku

Lead (Gaya pertama, menggoda dengan pertanyaan):

Di Indonesia, Hari Buku Nasional diperingati setiap 17 Mei, sedangkan Hari Buku Sedunia dirayakan setiap 23 April. Inti dua momen itu sama, yaitu mengajak kita lebih mencintai buku sebagai sumber ilmu pengetahuan. Urgensi seruan itu, meski bersifat umum, lebih terasa jika ditujukan kepada para pemimpin. Bahkan, seyogianya para pemimpin itu didorong pula aktif menulis buku. Mengapa?

Penutup:

Alhasil, kepada para pemimpin, mari tundukkan kepala: Apakah sikap rajin membaca (atas semua persoalan masyarakat) sudah menjadi komitmen keseharian Anda? Sudahkah semua yang Anda baca itu lalu bisa melahirkan tulisan berupa konsep dan kebijakan yang selalu berpihak kepada rakyat kecil? Lalu, agar rakyat yakin dengan ketulusan komitmen Anda, tulislah konsep dan kebijakan Anda dalam sebuah buku. Sungguh, kami benar-benar merindukan pemimpin yang bisa menulis buku. Kami rindu pemimpin yang berkualifikasi laksana Soekarno, Hatta, dan Natsir.

 

Judul: Ilmu Pengetahuan Bisa Topang Keimanan

Lead (Gaya kedua, dengan kutipan pemikat)

“If you think strongly enough,

you will be forced by science to the belief in God”

(Kelvin, fisikawan, 1824-1907).

Penutup:

Singkat kata, ilmu pengetahuan bisa mendatangkan keimanan bagi yang masih belum punya iman. Ilmu pengetahuan bisa menguatkan keimanan bagi yang sudah memiliki iman. Terkait ini, lihat Kelvin di paragraf pembuka tulisan ini. Benar, saat dia berkesimpulan tentang pengaruh kuat ilmu pengetahuan terhadap kepercayaan akan adanya Tuhan. Jadi, jangan pernah berhenti untuk mendalami ilmu.

Judul: Menguatkan Mental Anak di “Musim” Olok-olok

Lead (Gaya ketiga, narasi diskriptif):

Sesungguhnya, olok-olok tak mengenal musim. Perilaku terlarang itu telah berlangsung lama dan terus terjadi. Padahal, kerugian yang ditimbulkan oleh olok-olok –dan apalagi bully- sangat besar.

Penutup:

Singkat kata, selalu berilah anak-anak asupan ruhani yang memadai. Ajari anak-anak sikap untuk tak suka mengganggu orang lain. Didik mereka untuk sabar dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Tentu saja, sebagai orangtua, kita harus telah terlebih dahulu mengamalkan hal-hal tersebut.

Demikian wawasan penulisan artikel yang saya dapatkan, semoga manfaat .Bersambung... 


Penulis Husnul Hafifah








MOMENT OF WAW DARI SEPENGGAL KERUWETAN

Judul tulisan ini, terinspirasi dari sebuah kiriman link vidieo youtube, yang masuk pada wapri saya bertanggal 11 Juli malam, namun baru saya menemukan esok paginya sekitar pukul 6.30 . Ketika saya buka pagi itu ternyata lemot sekali, sinyalnya mutar-mutar suara dan gambar yang  muncul tersendat sendat. Rupanya signal pagi itu  kurang bersahabat. Agak siang setelah sarapan saya coba buka kembali, barulah jelas. Bagi saya isinya menarik sekali, ada bagian video itu yang membuat saya senyum senyum sendiri.  Yah, Ngaji literasi sesi 2  kiriman dari Dr. Ngainun Naim.

Pada tulisan ini, saya tidak akan menceritakan secara detail apa yang disampaikan Beliau, nanti saya berikan link tautannya, Anda silakan tonton jangan lupa untuk memberikan subcribe dan like jika ada kolom komentar sila juga  komentari. Itung- itung sebagai ucapan terima kasih atas sharing ilmu yang telah dibagi secara gratis. Insyaallah Allah ganti dengan pahala yang jauh lebih baik lagi.

Dari vidieo Ngaji literasi sesi 2 itu, saya mendapatkan wawasan baru, yakni tentang nilai- nilai menulis. Nilai- nilai menulis itu ternyata penting untuk dikaji. Menurutnya nilai- nilai yang ada dalam menulis akan mempengaruhi pada proses menulis itu sendiri. Menulis bukan sekedar menuangkan ide atau gagasan, pikiran ke dalam tulisan. Namun bersamaan dengan aktivitas menulis itu sendiri ada nilai instrinsik yang hadir pada tulisan yang dihasilkan oleh penulis.

Saya mengangkat satu nilai  dari 5 nilai yang menjadi topik bahasan dalam vidieo itu dan kebetulan sekali  nilai itu pas dengan suasana hati yang saya alami saat itu.Salah satu nilai instrinsik dalam menulis seperti yang diungkapkan adalah menulis itu secara kejiwaan memberikan kebahagiaan. Menulis itu awalnya memberatkan, menulis bukanlah pekerjaan yang mudah. Perlu perjuangan yang sungguh –sungguh untuk menghasilkan tulisan. Ketika seseorang berhasil membuat tulisan maka akan muncul kelegaan akan plong pikiran dan beban yang memberatkannya. Inilah yang menurut motivator disebut “moment of waw”

Momen of waw,  bagi saya saat itu adalah begitu print out terakhir rekomendasi saya tercetak, spontan “ Alhamdulilah”  Seakan melayang, terbang ! saya benar-benar merasakan  itu. Pekan kedua Bulan Juli, kurang lebih 5 hari saya hampir tiap malam tidur melewati tengah malam. Pikiran sering kacau- bolpoin dipegang sering hilang. Handpone dipakai  vicon ( untungnya dengan anak ) Eh malah dicari cari. Sadarnya ketika yang di layar ketawa terpingkal-pingkal. Semua ini efek dari target pekerjaan kantor mendekati date line yang bersamaan juga dengan tugas-tugas pelatihan online ( kesadaran sendiri). Diawali menyusun materi pembinaan review dokumen I , melaksanakan pembinaan, melakukan pendampingan, memverivikasi dan memvalidasi dokumen yang sudah jadi. Menyusun rekomendasi, belum lagi verifikasi usul proposal pencairan dana TPP dan tugas pengembangan diri. Pekan itu merupakan pekan penuh kesibukan dan berdampak pada keruwetan pikiran.

Alhamdulilah berkat pertolongan-Nya, saya masih diberikan kesehatan serta kekuatan. Akhirnya mampu menyelesaikan semua tugas itu tepat waktu. Benar benar sebuah momen of waw yang membuat saya bahagia. Satu lagi, berkat link video itu saya mendapatkan ide untuk menulis ini. Terima kasih Dr Ngainun Naim. Senyum saya hari ini mengembang ,bertambah satu centi di sudut bibir kiri-kanan. Moment Of waw sekali!

Salam literasi


 

Link Youtobe Ngaji Literasi http://youtu.be/LxSY0y8MPjI

Penulis : Husnul Hafifah, S.Pd 

Menimba Pengalaman Menerbitkan Buku Pada Ketua PGRI Rembang

Resume Bimbingan Kelas Menulis Gel 13

Pertemuan ke-19

Narsumer : Jumanto, M.Pd.

                   Ketua  PGRI REMBANG

 

 "Menulis itu Mudah, Mari Menulis Agar Hidup sepanjang Zaman"


Kelas belajar menulis malam ini bertepatan dengan hari awal dimulainya ajaran baru 2020/2021. Sebuah hari mengawali kegiatan masa perkenalan sekolah yang berbeda dari tahun sebelumnya. Hari ini awal ajaran baru ada di pandemi covid. Banyak aturan dan SOP yang harus ditaati untuk kelangsungan pendidikan di negeri tercinta ini. Kisah mengawali hari ajaran baru memiliki sejuta kenangan jika dibadikan dalam tulisan. Ayo selalu semangat untuk menuliskan kisah-kisah harian kita. 


 Malam ini, saya masih tetap semangat belajar menulis, dan narasumber hebat malam ini adalah Bapak  Jumanto, M.Pd beliau adalah Pengawas sekolah, Ketua PGRI Rembang, sekaligus juga  penulis buku., editor, marketing serta menajer. Dan di PGRI beliau mendapat amanah sebagai ketua badan penerbitan PGRI Jateng dengan penerbit PGRI Jateng press. Woow luar biasa, banyak jabatan rangkap akan sibuk pastinya. Bagaimana kisah beliau menekuni bidang penulisan dan penerbitan bisa bersnding dengan tugas utamanya sebagai seorang pengawas sekolah ? Inilah kisah yang diungkapnya pada kami malam ini. 

Pak Jumanto mengawali rutinitas menulis dari menulis puisi. Katanya menulis puisi itu mudah. Setiap ada ide maka akan  dituliskannya. Selingan dari menulis puisi kadang menulis  ia menulis cerita pendek.

Tahun 2004  Ia mulai ditantang oleh Prof. Dr. Sarwiji Suuwandi, gurunya sekaligus-- laksana  orang tua --untuk menulis Buku Ajar. Prof Sarwiji memberikan tantangan mengingat selaku guru juga  meneliti buku-buku pelajaran yang dipakai di sekolah. Dengan bimbingan beliau, Ia pun dapat menyelesaikan 3 buku ajar untuk SMP dan 5 buku ajar untuk SMA.

 Menulis  satu bulan pertama hanya menyelesaikan 1 buku ajar untuk kelas VII SMP/MTs. Buku ajar untuk  kelas VIII dapat selesaikannya dalam 2 minggu. Selanjutnya  dapat menyusun naskah buku untuk kelas IX dan untuk SMA rata-rata dalam waktu 2 minggu. Hebat sekali, kira kira apa ya, rahasinya?

Buku-buku yang sudah ditulisnya dinilaikan ke Pusat Perbukuan. Proses selanjutnya adalah Pak Jumanto  harus belajar mengedit berdasarkan catatan dari tim penilan.. Setelah proses penilaian buku selesai dan buku sudah mendapatkan SK penetapan, maka buku siap diterbitkan..

 Tantangan baru datang dari Bapak Direktur Penerbit SIC. Menurutnya  Pak Jumanto cocok menjadi marketing.  Namun kata hatinya mempertanyakan kemampuan dirinya. Mengingat Ia seorang ASN. "Bisakah saya menjalani sambil saya menjalankan tugas sebagai guru PNS?"

Disaat pemerintah  meluncurkan istilah BSE. Buku-buku ajar yang ditulis oleh penulis buku secara indi maupun lewat penerbit dan lulus penilaian dibeli oleh pemerintah .Buku tersebut diberi HET. Pihak ketiga boleh mencetak buku tersebut dengan harga yang telah ditentukan oleh pemerintah. Di masa buku BSE tersebut,  Pak Jumanto  mendirikan penerbit untuk mengajukan izin mencetak  BSE.

Konon Penghasilan pak Jumanto sebagai penulis dan editor jauh lebih daripada pengahasilan sebagai ASN ( guru). 

Menurutnya menulis itu mudah banyak orang merasakan senang. Menulis mendptaskan kenikmatan. Menulislah, menulis itu mudah langsung menulis tak perlu dipikir terlalu dalam. Kreativitas menulis sesorang akan membara  karaena dipengaruhi  motif  yang dalam filsafat jawanya  cari jenang, cari jeneng dan seneng.  Cari jenang artinya untuk mendapatkan materi seperti royalti, cari jeneng artinya dengan menulis sesorang bisa terkenal dan cari sening artinya dengan menulis sesorang mendapatkan kesenangan dan kebahgiaan, Namun selain itu tentu ada motif motif lainnya.

Setiap orang mempunyai motif  berbeda, biasanya untuk penulis pemula motif utamanya adalh motif senang, motif tingkat terakhir dan  tertinggi. Senangnya ini  pengaruhi religiusitas  sesorang,

Setelah  kebiasaan menulis itu terbangun ,  tulisan yang dihasilkan  mengalir dengan mudahnya maka penulis  akan mengikuti arah pembaca. Siapa  sasaran kita menulis. Sehingga tulisan yang dihasilkan nantinya sesuai dengan kebutuhan pembaca. Dalam UU No 3 tahun 2017 tentang sistem perbukuan  diatur tentang bentuk jenis dan isi buku.

Bagaimana memulai menulis?

  • Mulailah dengan membuat outline buku yang akan Anda tulis!
  • Jika perlu buatkan sinopsis untuk ditawarkan ke penerbit.

Pertanyaan mendasar yang harus direnungkan sebelum menulis agar buku yang kita tulis  baik dan benar adalah:

  • Buku apa yang akan kita tulis
  • Untuk siap buku ditulis

Kesimpulan

Menulis itu Mudah

  • Menulislah menulis dan menulis
  • Tulislah tema tema yang ada disekeliling kita.
  • Jagalah motivasi kita dalam menulis agar tetap bersemangat menulis.
  • Banyak ide yang bisa ditulis menjadi buku
  • Buatlah outline agar tulisan konseptual, tulisan memiliki hubungan timbal balik dan disajikan dengan baik
  • Disaat menulis hindari mengoreksi dan mengedit. Tulislah terus ide yang sedang membara.
  • Buku yang kita tulis sesuaikan dengan perkembangan bahasa calon pembaca
  • Kendala kita adalah malas untuk menulis.
  • Menulis bukan ditentukan oleh bakat. Menjadi penulis karena kemauan untuk menulis menulis dan menulis akhirnya terampil menulis.

 Semoga bermanfaat!

Penulis :: Husnul Hafifah

 

Literasiku dan Rindu di Sepotong Donat

"Ma pingin donat buatan mama", begitu rajuk anak no.2, "iya ma, kangen cemilan buatan mama", timpal anak bungsu.


Sore, tiga hari lalu anak saya, M.Ghafar Asidiqqi, nama panggilannya Eqik, merajuk minta dibuatkan kue donat. Rajukan Eqi dikuatkan adiknya Hania Marirza Rahma, panggilannya Hania. Tak seperti biasanya mereka merajuk minta dibuatkan cemilan. Biasanya mereka hanya minta uang beli bahan buat cemilan, jika stok bahan yang dicarinya tak ada di rak lemari dapur. Lima bulan berada di rumah jika pingin ngemil biasanya mereka berkreasi sendri, bermodalkan tutorial youtube.

"Mas Eqik kan sudah bisa buat sendri!", begitu saya membalas rajukannya. Dia tetap merajuk rindu cemilan buatan mama sergahnya. Saya jadi mengingat ingat kapan ya saya terakhir kali membuatkan cemilan buat mereka? Saya cari di lima bulan terakhir ini. Tidak ada jejak rekam saya membuatkan apa. Kue-kue lebaran di bulan Mei  juga tidak ada catatan saya membuatnya. Suguhan kue lebaran  saya beli, atau bingkisan dari saudara dan tetangga.

Menu  khas lebaran keluarga juga tidak kesampaian dibuat (Rawon bebek). Biasanya jika dalam formasi keluarga lengkap menu  lebaran akan memenuhi meja makan. Berbagai hidangan seperti bakso, sambal goreng kentang, opor ayam, rawon bebek, lontong kikil, nuget ayam dan semur daging  tak ketinggalan juga krupuk dan sambalnya. Menu masakan itu disiapkan rata rata hasil olahan tangan saya. Bahagia bagi saya ketika bisa menyajikan masakan buatan sendiri dan menikmatinya  bersama keluarga.

Menu meja makan di lebaran bersama pandemi covid 19 minimalis sekali, hanya ada opor ayam, lontong , bakso dan krupuk. Ketidaklengkapan formasi keluarga (si sulung ) tidak bisa pulang di luar kota menjadi lantaran kurang bersemangatnya sisi ibu untuk menyediakan menu makanan berbagai rupa. Bagaimana akan menikmati nikamat yang sempurna jika salah satu buah hatinya tidak ikut menikmatinya? Begitulah kata hati seorang ibu untuk semua anak-anaknya.

"Kangen donat buatan mama"
Frasa ini memiliki kekuatan magig   mendorong saya buru- buru menutup laptop. Usai posting tulisan di grup wag rumah virus litersi. Walau sebetulnya saya masih ingin menulis  lagi merampungkan tugas resume sebagai pembelajaran diri dalam berlitersi. Usai itu rencana melanjutkan pekerjaan kantor. Namun semua saya tangguhkan, akan dilanjut nanti  saja setelah  usai memenuhi kerinduan anak -anak  pada donat bikinan saya.

 Kata bismillah mengawali saat saya hendak mencampurkan bahan- bahan untuk membuat donat. Bahan bahan seperti umumnya, terigu, telur, mentega, pengembang, gula, susu bubuk, ubi talas bentul ( dikukus dan dihaluskan) pengganti kentang dan bersifat optional. Saya menggunakan ubi talas sebagai kreasi saja, memanfaatkan bahan tersedia di pekarangan rumah, juga mengenalkan  bahan makan alami pada anak anak. 

Singkat cerita "momen of wow"  proses mengolah donat ,tak perlu saya tuliskan di sini. Tutorial di youtube banyak sekali. Saya juga membuat donat kali ini hanya menggunakan insting tidak menggunakan takaran pasti. 

Alhamdulillah, mungkin karena memasaknya dari hati dan niat membahagiakan kedua buah hati, donat bikinan saya kemarin sukses, tampilannya menggoda. Berhasil mendapatkan 4 acungan jempol dari yang merindunya, serta tambahan 2 jempol dari suami. Benar rasanya enak sekali, tidak kalah enak dengan dunkin dunot, kata mereka.

Bahagia  terpancar diwajahnya ketika menikmati setiap gigitan pada donatnya. Sebagai mama saya juga bahagia, sukses memenuhi harapannya. Berhasil membuat donat disela kesibukan dan menahan kerinduan pada salah satu buah hati merupakan sebuah perjuangan. Momen of wow  luar biasa yang juga harus dikisahkan lewat tulisan. Agar kelak mereka tahu bahwa pada sepotong donat ada kerinduan yang tak tertahankan.