SIEKA

Telunjuk jari tinggal klik web Pusdiklat, nyaris bersamaan bunyi ringtone wa. Bu Betriza selaku koordinator kelas menuliskan pesan penundaan agenda. Paparan materi melalui video conferen yang sedianya dimulai tepat pukul 08.00 wib hingga pukul 11.00 ditunda dengan waktu tak ditentukan.

Kosongnya giat pagi ini menuai banyak komentar peserta. Sebagian besar senang karena bisa lanjut dengan rutinitas  hariannya. Maklumlah diklat daring yang diikuti ini tidaklah murni diklat sebagaimana umumnya. Peserta diklat  pada jam kosong tetap menjalankan tugas kantor. Bahkan jika ada tugas kantor yang sangat urgen, peserta bisa meninggalkan meeting room, setelah mendapatkan ijin narasumber.

Saya termasuk bagian peserta yang senang. Mengingat ada target pekerjaan yang harus dirampungkan. Laporan kinerja pada aplikasi SIEKA (Sistem informasi elektronik kinerja ASN Kemenag) sebulan terakhir ini terbengkalai. Faktor utama adalah kendala pada signal. Baik itu signal android ataupun wifi  yang sering eror atau tak ada jaringan.

Menginput "rapelan" kinerja harian tidaklah sulit jika signal lancar dan ada catatan secara lengkap. Tidak sampai 1 jam, alhamdulillah dengan dukungan signal yang kuat pagi ini, data kinerja bulan lalu sudah terinput dengan capaian SKP 100 persen.

Pelaporan kinerja harian bagi setiap ASN adalah syarat mutlak selain data presensi elektronik. Sebagaimana  diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 11 Tahun 2019 tentang Pemberian Tunjangan Kinerja Pegawai pada Kementerian Agama.

Semoga membawa keberkahan. Aamiin.

Bondowoso, 7-09-21
Husnul Hafifah
#catatan daring hari ke-2

Umpatan Nyasar



Kulangitkan doa terbaik mengawali hari ini. Semoga Allah memberikan kelancaran untuk giat diklat daring 100 jam ke depan. Bagiku signal itu mendebarkan, penuh perjuangan.

Sudah ada ratusan peserta diklat dari 6 angkatan_utusan berbagai provinsi hadir di meeting room. Sambil menunggu kedatangan pejabat yang akan membuka acara, moderator menyampaikan tata tertip peserta demi kelancaran dan kenyamanan bersama.

Tetiba teriakan lantang dan umpatan liar warnai suasana. Makjleb!  Sepagi itu darah tingginya kumat. Dia lupa mengunmute mikronfonnya.


#Catatan Diklat Daring 1
6 september 2021
Husnul Hafifah

Perjalanan






Sebelum tidur semalam, sudah kurancang dengan matang tentang giatku hari ini. Agenda utama mengunjungi 2 sekolah_monitoring pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas. Sekolah berlokasi di Dusun Karang Paras  jadi sasaran pertama lanjut sekolah berlokasi di Dusun Tegal Pasir sasaran berikutnya.

 Bukan tanpa sebab kupilih alur begitu. Pengalaman 4 bulan lalu saat uji coba  PTM terbatas khusus jenjang kelas akhir. Berkat panduan salah seorang guru _untuk pertama kalinya setelah 3 tahun membina madrasah itu, aku baru tahu yang  sebenarnya. Jarak sekolah pertama menuju sekolah kedua  dimaksud sangatlah dekat bila ditempuh melewati jalan pintas (masuk gang perkampungan). Hanya tak lebih dari 3 km Lebih hemat waktu dan tenaga  dibandingkan melewati rute  biasanya.

Dengan perasaan bahagia dan berbunga -bunga pagi ini aku berangkat. Tentu saja bersama scoopy putih jadul yang setia menemani, menyusuri  aneka medan musim kemarau. Dari medan mulus, bergelombang, berlubang , berbebatuan, berkerikil sampai berdebu. Kompleksitas jalanan  mewarnai  perjalanan pagiku. 

Kira-kira 15 menit sudah berlalu, 2 km lagi akan sampai. Seperti tabir tersingkap di alam pikiranku. "Ya Allah begitu mudahnya aku lupa". Tanpa sadar aku keluar dari planing. Mengalir begitu saja. Sekolah di dusun Karang Paras tujuan  pertamaku,  realitanya di Dusun Tegal Pasir diri ini kubawa.
 
Alhamdulillah, walau  tak ada chemistry antara hati dan perbuatanku  Allah melindungi perjalananku, hingga aku sampai di sekolah itu dengan selamat. 

Kuparkirkan sepada persis di depan ruang guru. Suasana pelataran sepi. Sejurus mataku tertumpu pada onggokan sampah di depan pojok kelas. Kulihat pula ruang guru yang kosong, hanya ada sebuah tas dan buku di atas meja itu. Ada 3 ruang  kelas sederet dengan ruang guru.  Semuanya dalam kondisi tertutup. 

Kutuju ruang kelas di sebalah ruang guru. Samar-samar kudengar suara anak-anak. Kuketuk pintunya. Pada lubang  gagang pintu yang rusak aku melihat dengan jelas seorang guru perempuan sedang "nglesot" bersama murid-muridnya di atas karpet lusuh. Tak kurang dari sepuluh siswa saat kuhitung cepat_di ruangan itu.

Pandangan sekilasku juga  menangkap salah satu siswa memberi tahu sang guru yang tak menyadari akan kehadiranku_ sambil menunjuk ke arahku. Spontan siswa lain  berteriak girang sambil menayakan "Bu vaksinan?" Sang guru memberi isyarat agar siswa diam dan melanjutkan belajar. 

Guru itu menghampiri dan membawaku pada kepala sekolah yang saat itu juga masih mengajar di ruang sebelahnya. Aku mengekor saja saat kepala sekolah mengajakku.Usai melihat- lihat pelaksanaan KBM lalu aku disilakan ke ruang guru. Di situ, kepala sekolah dengan ditemani seorang guru_kami bertiga serius dalam perbincangan.

Aku sengaja lebih banyak mendengar apa yang  dicurhatkan mereka. Terutama dari sang kepala sekolah. Sebagai kepala baru kubiarkan dia mengungkap banyak hal terkait  dengan tugas yang baru diembannya. 
Tak terasa waktu 1,5 jam sudah berlalu. 

Waktu segitu memang sangat kurang untuk membahas segala persoalan yang dihadapi sekolah. Mengingat masih suasana perpanjangan "PPKM", sementara  kubatasi dulu perbincanganku di sekolah itu. 

Aku pun  melanjutkan perjalanan sesuai agenda, dengan perubahan skenario-Nya.
Rasa percaya diri yang tinggi, dan dengan alur terbalik kubawa ingatanku melacak jalan yang penah dilewati 4 bulan lalu. 

"Bu mohon bimbingannya "saya berangkat dari nol". 
Kalimat itu mengiang di sepanjang perjalanku. Masalah klasik di sekolah swasta_ pergantian kepala sekolah semaunya yayasan, regulasi yang ada kerap diabaikan. Penjabat kepala sekolah swasta syarat utamanya "tawaddu dan sendiko dawuh" pada yayasan. 

Kompetensi dan kabilitas seorang kepala tak jadi perhitungan. Adalah sebuah kelaziman jika setiap pergantian  kepala akan menyisakan "dosa warisan' kepada penerusnya.

Seperti tape recorder, entah sudah kali keberapa setiap pembinaan dan memotivasi kepala sekolah aku selalu  menggunakan kalimat" tugas dan pekerjaan kepala yang banyak ini jangan dipikirkan ! Anda akan pusing sendiri nantinya. Yang bisa dikerjakan ayo kerjakan. Kerjakan sesuai kemampuan dan kondisi sekolah. Jangan kerjakan sendiri. Kepala sekolah harus membangun kemitraan dengan para guru dan tenaga kependidikan. Bagi habis itu pekerjaan. Jangan gunakan menejemen tukang bakso!" 

Sang kepala sekolah itu tersenyum dan manggut -manggut. Sementara aku terpana, saat keluar dari mulut gang pada  pertigaan itu. Mataku nanar menangkap sebuah gedung di ujung kanan jalan  bertuliskan  "Puskesmas Jambesari Darus Sholah" 

Astaghfirullah. Lagi-lagi aku salah jalan. Maksud hati menembus jalan pintas yang hanya bisa ditempuh sekitaran 5 menit sampai. Siapa sangka hari ini aku dapat bonus waktu, bonus keringat gegara aku salah memilih gang. Endingnya aku semakin menjauh dari tujuan. Inikah teguran? Aku hanya berencana, tapi keputusan di tangan-Nya. 

Ya Allah ya Rabb ...ampuni dosaku, hamba sadar aku hanyalah hamba, bodoh, lalai, tak berdaya tanpa pertolongan-Mu, sungguh tak pantas kesombongan bersemayam di dada.


Bondowoso, 1 Sep 2021
Husnul Hafifah


HANIA MARITZA RAHMA




HANIA MARITZA RAHMA

Hanya engkaulah satu-satunya
Anak perempuan dari 3 bersaudara
Nikmat terindah di tengah keluarga
Indah, luhur budi pekertimu
Adab dan santun dalam berperilaku

Mubarak dalam menjalani hidup
Amalkan selalu nilai nilai kebaikan
Rendah hati tidak sombong
Ingat selalu akan kebesaran Tuhanmu
Tak lalai dalam salat, sedekah dan zakat
Zaman boleh berubah, syariat tetap tegak
Amarah, iri, dengki singkirkan dari dada

Rahayu dan damailah hidupmu
Alirkan sikap terpuji dan keteladanan
Hindarkan diri dari kebatilan dan kefasikan
Muhasabah diri teruslah  berlanjut
Agar dunia dan akhiratmu selamat

Rumah, 25-08-2021

* Usia 14 di asrama


Senandung Doa Untukmu


Impian itu teramat  dalam
Hadir menjelma di antara nikmat terindah
Seperti madu manis menembus rasa
Bahagianya tiada terkira

Kupanggil dirimu cantik
Tercantik di antara dua lelaki
Merona warnai hari hari berlalu
Cantikku 14 tahun sudah usiamu
Usia transisi masa kanak-kanak
menuju praremaja

Cantikku ...
Hari ini , hari specialmu
Tapi di sini di rumahmu
Tak ada acara special untukmu
Hanya  doa yang  bisa bunda sematkan khusus untukmu
Semoga Allah :
selalu melindungimu
selalu berikan hidayah atasmu
selalu mudahkan setiap langkah ikhtiarmu dalam mencari ilmu

Hari ini bunda memang tak bisa memeluk dan mendekapmu
Tapi doa , cinta kasih bunda erat  hangat memeluk dan mendekapmu
Senyumlah cantikku ...
hiasi harimu dengan bahagia
Sambutlah cita dan harapan dengan semangat membara

Terus jadilah sholihah
Yang selalu menjaga kesucian lahir dan batin
Pancarkan akhaqul karimah
Jaga kesehatan
Gunakan waktu sehatmu dengan hal bermanfaat
Mudah-mudahan Allah memberkahi umurmu dan kesuksesan menyertaimu
Aamiin


# Rumah ,25-08-2021

Husnul Hafifah

#Allhamduliillah diizinka telepon di luar jadwal. Terima kasih ustadzah lili❤️❤️❤️


Bu Lik

*Bu Lik*

Perempuan paruh baya, berperawakan mungil itu kesebut Bu Lik.Dia adalah istri paman no.10 dari 11 bersaudara.Bu lik baru saja menginjakkan kaki di teras rumah, setelah sepekan dirawat di RSU positif c.19.Wajahnya yang separuh berbalut masker masih terlihat pucat pasi. Namun  alhamdulillah, bisa dikata Bu lik masih diberikan kesempatan kedua. Turun dari mobil ia berjalan memasuki rumah tanpa bantuan siapa-siapa. Tak mau dibimbing, malah orang-orang yang ada disekitar dimintanya ambil jarak. Putra bungsunya yang masih kelas 8_ berhambur ingin memeluknya ditolaknya dengan isyarat. Bu Lik hanya melampaikan kedua tangan, menyelinap masuk rumahnya.

Bu Lik memiliki kormobit jantung dan darah tinggi. Kondisi jiwa dan raganya mulai menurun saat mendengar kabar meninggalnya istri dari putra kakak sepupunya yang sangat tiba-tiba. Selang dua hari berikutnya juga dikejutkan kabar duka atas meninggalnya kemenakannya sendiri_putri pertama kakak kandungnya. Belum kering mengusap air mata dukanya, lagi lagi Allah mengujinya. Kakak kandung suaminya_yang no.9 setelah perjuangan maksimal akhirnya kembali keharibaan-Nya.

Paman dan bibi pun isoman, dalam isoman kondisi paman tidaklah membaik saturasinya menurun. Paman dilarikan ke RSU. Sementara bibi bertahan isoman di rumah. Makin hari ternyata bibi juga tidaklah membaik saturasinya dibawah 90 dan sesak. Bibi pun dilarikan ke RSU. Dalam ruang perawatan bibi dan paman dijadikan satu kamar. Sayangnya di ruang rawat inap kondisi paman tidak juga membaik Paman dikembalikan ke IRD untuk dilakukan pemasangan ventilator dan tranfusi plasma konvalen A. Manusia hanya berikhtiar, hasilnya Allah yang menentukan. Bu Lik harus melanjutkan isoman di rumah dan menunggu dengan setia kedatangan Pak lik. Waktu isoman merangkak menuju finish. Gelisah itu kian membuncah. Bagaimana cara menyampaikan kenyataan jika belahan jiwanya yang tunggu sudah sepekan pulang? Ya rabb semoga menguatkan dan melapangkan hati Bu lik.


Bondowoso, 28-7-2021
Husnul Hafifah
#Duka berjamaah
#Pentigraf

No.Sepuluh


11Juli itu tak dinyana hari terakhir kita  ngobrol via vicall. Di balik masker suaramu masih lantang dan ditahan untuk tetap tenang.

Hati kita sama, masih menyimpan duka atas kepergian Om Taufik, kakak_saudaramu no.9. Om Taufik pulang setelah sepekan dirawat di RSU dengan phneumoni c.19. Kala itu aku hanya tanda tanya besar, tak seperti biasanya, Di hari hari kakakmu di rawat, kau jarang komen, andaipun komen kau hanya ungkap dalam kalimat pendek."semoga cepat sembuh", dan "aamin"untuk setiap doa yang dilangit para saudara.

Saat pemakaman pun kau tak menampakkan diri, biasanya kau terdepan menggerakkan, mengkoordinir kami, paling tidak  info tentang pemakaman.

Om Wasil, lambaian tanganmu saat kututup vicall itu masih lekat di mataku, senyum indahmu dibalik masker aku rasakan itu...
Seperti mimpi...persis 13 hari dari Kakakmu, kau no.10 dari 11 saudara pun pulang dengan phneumoni c19.

Duka itu masih basah...
Plasma darah yang dipasang belum habis
Masjid yang kau rancang masih separuh jalan
Rencana rombongan mengulang jalan-jalan ke Bandung, silaturahmi pada kemenakan dan cucu -cucumu tinggallah impian

Rupanya Allah lebih sayang
Ramadan 1442 H menjadi ramadan terakhirmu
Qurban kali ini adalah qurban terakhir mu...
Selamat jalan Om wasil...
Semoga Allah mengampuni segala dosamu
Menerima segala amal kebajikanmu
Memberikan kesabaran dan ketabahan pada keluarga mu. Aamiin

Bondowoso, 23072021
# Husnul Hafifah

Pulang



Gerimis senja kabarkan duka
Isak tangis pecah
Air mata jatuh meluruh
Sesak serasa menghimpit jiwa

Tak ada daya
Obat, ventilator, perawatan medis
Langitan berlaksa doa
Ikhtiar agar kau tetap bersama 
Tak lagi mampu membendung
Tak lagi bisa menahan

Pulang 
Pandemi adalah ketetapan janji yang telah digariskanl
Pulang hanyalah soal beda keberangkatan
Innalilahi wainna ilahi rojiun
Kami sayang, tapi Allah lebih menyangimu.

Selamat jalan pamanku, sahabat kecil
Aku bersaksi engkau orang baik
Semoga Allah ampuni segala dosa dan kesalahanmu, melapangkan kuburmu
dan kelak semoga kita bisa bersama di surgaNya. Aamiin.


Bondowoso, 10 Juli 2021