Bu Lik
No.Sepuluh
11Juli itu tak dinyana hari terakhir kita ngobrol via vicall. Di balik masker suaramu masih lantang dan ditahan untuk tetap tenang.
Hati kita sama, masih menyimpan duka atas kepergian Om Taufik, kakak_saudaramu no.9. Om Taufik pulang setelah sepekan dirawat di RSU dengan phneumoni c.19. Kala itu aku hanya tanda tanya besar, tak seperti biasanya, Di hari hari kakakmu di rawat, kau jarang komen, andaipun komen kau hanya ungkap dalam kalimat pendek."semoga cepat sembuh", dan "aamin"untuk setiap doa yang dilangit para saudara.
Saat pemakaman pun kau tak menampakkan diri, biasanya kau terdepan menggerakkan, mengkoordinir kami, paling tidak info tentang pemakaman.
Om Wasil, lambaian tanganmu saat kututup vicall itu masih lekat di mataku, senyum indahmu dibalik masker aku rasakan itu...
Seperti mimpi...persis 13 hari dari Kakakmu, kau no.10 dari 11 saudara pun pulang dengan phneumoni c19.
Duka itu masih basah...
Plasma darah yang dipasang belum habis
Masjid yang kau rancang masih separuh jalan
Rencana rombongan mengulang jalan-jalan ke Bandung, silaturahmi pada kemenakan dan cucu -cucumu tinggallah impian
Rupanya Allah lebih sayang
Ramadan 1442 H menjadi ramadan terakhirmu
Qurban kali ini adalah qurban terakhir mu...
Selamat jalan Om wasil...
Semoga Allah mengampuni segala dosamu
Menerima segala amal kebajikanmu
Memberikan kesabaran dan ketabahan pada keluarga mu. Aamiin
Bondowoso, 23072021
# Husnul Hafifah
Pulang
Hanyut
"
Kuhanya melirik dalam dingin dan acuh.Beralu laksana angin ketika kausekali lagi merayu. Dengan pesona kautebar. Tapi_ itu tak agi sanggup bangkitkan debaran jantungku.
Kerling nakalmu pun tak bisa lagi jadi magnet _penyatuan kau dan aku.
Ambang sadarku menyangat. " Ah untuk apa.Bukankah aku sudah punya_ Kau tak lagi penting di kehidupanku".
"Ini terakhir !" Rajukmu bersulam sungging senyum terindah_menggoda lagi.Kali ini benar-benar leburkan kukuh pendirianku. Menjungkir balikkan nalar.
Hari ini aku lemas Napas tersengal berjuang dapatkan signal. Tertatih dalam aplikasi canggih. Mencumbu berlaksa aksara. Hanyut dalam pusaran PKP_PJJ blanded.
Bondowoso,16-6-2021
Husnul Hafifah
Nguping
Kendati pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) masih akan dimulai tahun ajaran 2021/2022, sebagaimana yang disampaikan Mas Menteri Nadim Makariem. Rupa -rupanya sekolah sudah banyak yang curi start. Utamanya sekolah- sekolah pinggiran. Jika sebelumnya mereka sembunyi- sembunyi _KMB tatap muka tanpa seragaman. Begitu usai lebaran berani terang-terangan_siswa masuk sekolah seragaman.
Demikian halnya dengan sekolah Pak Hasan_guru olah raga. "Tak ada pilihan, jika tak ingin kehilangan murid, kbm tatap muka wajib dilaksanakan" begitu doktrin dari pak KS-nya.Tak perlu menunggu tahun ajaran, sesuai hasil kesepakatan KBM tatap muka pun dilakukan, syarat prokes ketat diutamakan.
Hari ini Pak Hasan mengajar jam pertama. Dengan seragam olga orange menyala semua siswa kelas 4 dan 5 dibawanya ke lapangan dekat sekolah. Jumlah mereka tak lebih dari 20 jari. Pagi itu materi yang diberikan hanyalah melakukan senam pemanasan dilanjut melatih ketangkasan dalam melempar dan menangkap bola. Kecerian terpancar di wajah para siswa. Lama tak berolga Pak Hasan sudah ngos- ngosan. Lalu Ia undur dari lapangan membiarkan para siswanya mengekspresikan kecerian. Pak Hasan berteduh di bawah pohon Asam _pojok lapangan sambil you tube -an. Kakinya selonjoran, badannya bersandar pada pohon asam_bertemankan angin semilir persawahan. "Huuuuu!" teriakan yang tiba- tiba saja di dekat punggungnya mengagetkan pak Hasan. HP Pak Hasan berlompatan, namun tangan sigapnya menyelamatkan. "Kalian ini apa bikin Bapak jantungan?" Ketiga murid yang sedari tadi , tak disadari lkut you tube-an itu lalu mengatakan, " Saya tak setuju dengan instruksi Pak Presiden, jika sekolah hanya 2 jam dan masuk dua kali dalam sepekan. Kita masuk seperti biasa saja pak, tak usah seragaman", dengan polosnya ketiga murid itu jujur mengatakan.
Husnul Hafifah
# Pentigraf
Bondowoso, 9 Juni 2021