MENULIS UNTUK BERBAGI DAN MENULIS UNTUK BERPRESTASI


Resume Kuliah Belajar Menulis Gel 12

Pertemuaan Ke- 8

Narasumber : Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD

 

Malam ini saya bersyukur bisa bergabung melanjutkan belajar menulis di gelombang 12. Agak terlambat saya masuk kelas, kebetulan ada acara bersamaan awal dimulainya. Kuliah malam ini narasumbernya berada di gelombang 8. Seperti yang tetera dalam profil, beliau adalah ibu guru muda yang cantik dengan nama lengkap Thersia Sri Rahayu, S.Pd. SD. Guru kelahiran Kuningan 13 September 1984 ini memiliki berbagai prestasi sesuai bidang pengembangan keprofesiannya. Di samping ia juga sebagai penulis, dan penghargaan terbaru yang ia sabet adalah Bloger inspirati dari penerbit Andi.

Ibu Tere biasa dipanggil dengan sebutan Cik Gu Tere, dan nama blog sebagai tempat ia berbagi dan menginspirasi, Anda bisa mengunjungi https://cikgutere.blospot.com. Seperti yang diceritakannya Cikgu Tere ini membangun semangat menulisnya  berangkat dari dua hal, menulis untuk berbagi dan menulis untuk berprestasi. Kata kunci inilah yang menyemangati dirinya sehingga apa yang dilakukannya membuahkan hasil dan bisa menginspirasi setiap orang.

Dalam kesederhanaan, walau banyak prestasi ia tidak mengunggulkan diri, tanpa ragu ia menceritakan awal kisahnya bisa bergabung dengan pelatihan menulis melalui Wag yang digawangi Om Jay. Ia  tergabung dalam gelombang 4. Sempat dilanda kebingungan juga saat sebagai peserta diminta untuk membuat resume, mengirim via email pada om jay serta memposting pada blog. Dalam bingung ia Tanya-tanya pada peserta lain juga mencoba mengimitasi, namun belum memuaskan hatinya. Semangat belajarnya yang tak henti. Setelah materi berjalan beberapa kali, dan sesuai anjuran Om Jay melakukan blog walking, dan ia mulai menemukan style sendiri dalam menulis resume. Dari situlah akhirnya cikgu merasa lebih percaya diri saat menulis resume.

 Hal yang menjadi kebanggan bagi cikgu Tere sebagai blogger pemula adalah ketika resume yang di buat lalu diposting di blog, dibaca oleh orang lain bahkan diberikan komentar. Saat itu, Ia pun tertarik untuk memasang gadget statistik di laman blognya, sehingga  ia bisa terus memantau grafik pengunjung blog , bahkan melihat banyaknya viewer yang membaca tulisannya.  Ada  contoh artikel yang dibuat cikgu, dibaca dan dilihat oleh ribuan pembaca . Sikakan kunjungi:

https://www.cikgutere.com/2020/04/download-gratis-materi-belajar-di-rumah.html?m=1

Menurut Cikgu sepanjang mengikuti kegiatan belajar menulis bersama Om Jay, ada pengalaman yang unik dan menarik. Ini salah satunya : Suatu saat, salah satu  narasumber saat itu, Ibu Lilis Sutikno, beliau adalah guru PPKn di salah satu SMA di Kab. Kupang NTT, memberikan tantangan kepada peserta utk lomba menulis resume dengan cepat. Bagi yang tercepat, maka akan mendapatkan hadiah dari beliau.

Saat itu kondisi di daerah cikgu Tere sedang mati lampu. Sehingga ia harus berjuang untuk bisa terus menulis resume sampai selesai.  Akhirnya resume selesai Pkl 01.00 Wita.  Cikgu pun langsung membagikannya di laman FB Ibu Lilis. Esoknya , beliau mengontaknya dan menyatakan dia termasuk 10 besar resume tercepat dan akan mendapat hadiah buku dari beliau. Otomatis rasa senang dan bangga usahanya tidak sia- sia. Cikgu Tere  bisa merasakan bagaimana mantara OM Jay menjalari dirinya.

, "Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Keajaibannya". “Saya adalah orang yang sudah merasakan manfaat menulis setiap hari, yaitu dengan menulis resume,” demikian testimony cikgu tere. Keajaiban lain datang ketika dia dan peserta yang lain menyimak materi dari Prof. Richardus Eko Indrajit. Di tengah - tengah penyampaian materi, beliau memberi tantangan menulis buku dalam waktu seminggu. Dan Cikgu Tere termasuk satu dr sekitar 21 peserta yang menjawab tantangan itu. Akhirnya, setelah melewati proses bimbingan dari beliau juga penguatan dari Om Jay, buku karyanya yang  berkolaborasi dengan Prof. Richardus Eko Indrajit dengan judul "Belajar Semudah Klik, Membangun Ekosistem Ubiquitous Learning Dalam Konsep Merdeka Belajar". Dinyatakan diterima dan dierbitkan oleh Penerbit Andi Yogyakarta merupakan salah satu penerbit mayor.

Ada  beberapa resume  Cikgu Tere buat yang mendapatkan penghargaan. Anda bisa mengunjunginya.

1. Resume tercepat : https://www.cikgutere.com/2020/03/gas-gere-berani-menulis-berani.html?m=1

2. Resume terbaik : http://www.cikgutere.com/2020/04/strategi-pemasaran-buku-yang-efektif.html

3. Tulisan terbaik dan inspiratif : https://www.cikgutere.com/2020/05/belajarlah-menulis-dari-kartini-dan-ukirlah-sejarah-karyamu.html?m=1

Seperti yang disampaikan Cikgu Tere, bahwa salah satu motivasi menulisnya adalah untuk berbagi. Maka ia pun berbagi tips resume ala Cikgu Tere. Apa saja tipsnya.

1. Menulis resume sesegera mungkin, selagi topik itu hangat. Tujuannya agar tidak semakin banyak uraian yg terlewat.

2. Menulis resume sesuai dengan gaya menulis kita sendiri. Just be your self.

3. Tangkap point penting materi dari narasumber, modifikasi dengan kalimat sendiri (jangan asal copas materi dari chat)

4. Gunakan pengantar yang menarik sebelum masuk di isi resume (biasanya saya menghubungkan dengan kehidupan saya, misalnya topik Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor, maka saya awali degan pengantar bahwa sejak kecil sayaa suka membaca buku dan ada mimpi suatu saat saay bisa menulis buku dan buku saya dipajang di rak buku sebuah toko buku besar"

 5. Gunakan heading dan sub heading agar resume terkesan lebih rapi tatanannya. Selain itu, penggunaan heading dan sub heading akan membantu pembaca memahami struktur tulisan.

6. Tulislah resume dengan sepenuh hati. Bukan karen asekedar ingin mengerjakan tugas dr Om Jay. Ketika kita sdh menulis resume dengan sepenuh hati, maka pasti kita akan melakukan effort yang lebih dari orang lain / blogger yang lain.

- Menentukan judul resume yang wow

  Kunjungi  : https://www.cikgutere.com/2020/03/lima-judul-tulisan-yang-menarik-minat.html?m=1

- Mencari referensi terkait topik

- Merancang "pasar" resume kita dan melakukan strategi promosi

- Merancang tampilan / visual resume dgn menambahkan gambar atau video di resume kita.

-Melakukan editing sederhana (PUEBI)

7. Cari informasi terkait narasumber yang akan kita tulis materinya melalui resume. Semakin kita lengkap dalam memberikan gambaran narasumber, maka point kita akan menjadi lebih baik daripada peresume yang lain. Caranya : stalking akun medsos narasumber (FB, instagram, dll)

 8. Gunakan aplikasi atau alat - alat lain yngg mendukung kita dalam menulis resume, misalnya jika ada narasumber yang memberikan materi melalui youtube, maka putar videonya di hp, sambil ketik resumenya. Atau jika ada narasumber yang menyampaikan materi melalui voice note, gunakan aplikasi voice to text untuk mengubahnya menjadi text.

9. Lakukan blog walking untuk mencari informasi yang mungkin terlewat serta mencari inspirasi menulis.

Kesimpulan :

Menulis resume banyak manfaatnya. Menambah pengetahuan, mengikat sari - sari ilmu, dan menajamkan pola berpikir kita. Jika kita mengaktifkan diri menulis resume dengan baik dan sepenuh hati, niscaya banyak keajaiban akan terjadi. Maka, buktikanlah sendiri.( Theresia Sri Rahayu)

 


Refleksi Sebelum Tidur

 

 Sekolah Libur Guru Ngangur Kepala sekolah Tidur Pengawas ? Mendengkur


 Beberapa waktu lalu saya membaca curhatan teman di salah satu wag . Yang namanya curhat rata-rata adalah kaum hawa. "

Rek ayo perbaiki kinerja, meskipun kita tiap pekan lapor harian, itu lho kita masih disindir saja".
Enak ya sekolah libur. Gurunya nganggur,kepalanya tidur lha pengawasnya ? Mendengkur!

Rada panas sih mendengarnya. Tapi ndak boleh dipikir serius amat apalagi kebawa marah. Yang menyindir juga tidak salah kok, karena yang dilihatnya memang gedung sekolah pintunya ditutup semua. Mereka tidak tahu walau pintu sekolah ditutup sekolah bisa melalui dunia maya.

Sindiran atau tudingan yang tidak sepenuhnya benar ini selayaknya mari jadikan evaluasi agar kita lebih meningkatkan diri. Berkaca dari pengalaman menggunakan daring yang tanpa variasi, monoton dengan tugas dan searah . Sudah waktunya kita ubah. Banyak cara menemukan metode pembelajaran yang kreative dan inovatif yang ditawarkan melalui daring dan webinar. baik yang gratis maupun berbayar.tinggal menyiapkan niat yang kuat , paket data dan signal.

Sebagai insan pendidikan, bergabunglah dengan komuntitas pendidikan, WFH jangan rebahan saja. Buktikan bahwa tudingan miring tentang kinerja kita tak benar adanya. Sekolah pintunya boleh dikunci namun belajar tak boleh berhenti. Guru pun harus meningkatkan kualitas diri, Ingatlah bahwa guru adalah agen perubahan jangan berhenti belajar. Jika guru berhenti belajar  perubahab dan peradaban akan terhenti. Maka jika guru berhenti  belajar sebaiknya  juga berhenti mengajar.

Ingat pernyataan Mas Mentri pendidikan dan kebudayaan tentang penyelenggaran pembelajaran semasa pandemi covid -19 pada webinar 15 Juni kemarin.

.Prinsip utama; Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik,tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat menjadi perioritas utama. tahun pelajaran tetap dimulai juli 2020.,akan tetapi yang boleh menyelenggarakan KBM tatap muka hanya mereka yang berada di zona hijau (6%) saja. Itupun harus memenuhi persyaratan dan protokol kesehatan yang ketat. Diberlakukan secara berjenjang dan bertahap bagi SMK/SMA MA/SMP/MTs.

Artinya kita sebagai pendidik di luar zona hijau tetap melaksanakan WFH akan bertambah panjanglah kebosanan kita, jika tidak cerdas memenajnya. PRnya adalah tetap berkaraya buktikan kita tidak rebahan saja!


.

BELAJAR NGEBLOG DI BLOGGER COM PADA PAK BRIAN

Resum Kuliah Online Pertemuan Ke- 7

Narasumber        :  Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd.

Tempat tgl Lahir : Jakarta, 30 Juni 1992








Senin, 15 Juni 2020. Seperti Biasa bimbingan menulis gel 12. malam ini dimulai tepat pukul 19.00.wib. Sehari sebelumnya saya membuka you tobe yang dikirim OM Jay, beliau mengofokan jika narsum perkulian pada Senin malam  akan diisi oleh Pak Brian. Seorang guru SD yang masih muda belia.( seusia anak pertama saya,selisih 3 tahun lebih tua) Pak Brian adalah seorang guru Bloger ternama, sudah 11 tahun  memiliki dan mengelola blog di bloger.com, selain itu ia juga penulis buku.Alhamdulillah, merupakan suatu berkah bagi saya, bisa kenal dengan OM Jay, lalu digabung pada kelas 12 ini. Awalnya sih Om jay sudah bolak balik share flayer pelatihan menulis. Namun hati saya belum tergerak sedikitpun. Bukan apa- apa, hanya merasa tidak PD saja. Terlebih usia yang sudah merambah Lolita( lolos lima puluh tahun). Kok sepertinya merasa aneh saja bila ngumpul mereka yang muda-muda.

Rupanya kegigihan OM jay, yang tak pernah bosan berbagi lewat postingan blognya, you tubenya  yang sarat motivasi serta berbagai giat yang beliau lakukan tiap hari. Perlahan tapi pasti hati ini bergerak awalnya ya sekedar bertanya, eh tak taunya saya langsung ditarik duduk dan ngaji bersama di sini. Mantra ajaib om jay “menulislah tiap hari dan perhatikan apa yang terjadi”. Mantra ini menantang saya untuk menemukan apa yang terjadi.

Syarat kelas menulis OM Jay seperti yang disampaikan bu Fatimah ( moderator) adalah memiliki alat tulis berupa blog. Ada sedikit panik mendengar syarat itu. Mana bergabung di kelas sudah terlambat 1x, eh, langsung ditodong bikin blog. Jadilah awal itu sebagai kepanikan. Mencoba mempraktikan tautan membuat blog yang ada di grub. Tapi tidak serta merta langsung bisa, maklum sudah Lolita, di tambah kemampuan IT yang nyaris tak punya. Untung ada anak no 2 yang memandunya. Akhirnya bisa walau tak sempurna. Blog jadi dengan postingan perkenalan dengan bahasa yang sederhana pula. Hla ,malah kolom komentarnya tidak ada. Ingat pesan dari bu Fatimah jika ada kesulitan hubungi Pak Brain. Lalu dicobanya mengikuti saran, allhamdulillah yang ditujupun  tak lama memberikan tanggapan.

Saya malam ini baru sadar teryata yang saya curhati kenapa blog saya tidak tidak muncul komentar  adalah narasumber malam ini. He he trima kasih Pak Brian. Saya adalah salah satu peserta yang mengalami kesulitan dan ternyata langsung mendapat pertolongan. Saya tidak sungkan lho untuk ngilmu pada P. Brian. Jujur Blog saya dari awal dibuat sampe sekarang belum ada perubahan. Masih belum punya nyali untuk otak- tampilan. Isinya pun masih nyampur tanpa tema . Bahkan  baru tahu yang namanya niche.

Mungkin sama ya pengalaman saya dengan Pak Brian ketika pertama kali ngeblog, tidak paham fungsinya dan tidak paham apa yang mau ditulis serta tidak tahu cara mempostinggnya.Yang berbeda mungkin usia, Pak Brian Ngeblog di masa SMA, sementara saya ketika anak pertama sudah lulus kuliah. Abaikan saja, terpenting sekarang dengan belajar saya sudah bisa punya blog sendiri. Awalnya sih ada blog royokan di gurusiana. Rasanya beda dengan punya blog sendiri. Punya blog sendiri  rasanya lebih gampang dan lebih bebas berekspresi.

Seperti yang disampaikan Pak Brian kata kunci ngeblog adalah motivasi. Untuk Apa ngeblog? Pastinya tiap orang berbeda motivasinya. Namun agar langgeng mengelola Blog maka harus ada target. Jadi jika tagetnya adalah untuk menulis, maka targetkan berapa postingan perminggunya. Menulis di blog untuk menerbitkan buku, maka tiap tulisan hendaknya diberi label/ pengelompokan genre teks sehingga nantinya lebih mudah ketika tulisan dijadikan buku.

Masih tentang blog, bloger baru perlu menunggu paling sedikit 6 bulan jika ingin mendaftarkan blognya ke google adsense, dan itupun belum pasti diterima. Saran P.Brian bloger muda kembali pada tujuan awal bergabung dengan grup yaitu mengasah kemampuan menulis hingga menerbitkan buku. Blog digunakan sebagai media menulis saja. Setuju , saya membuat blog tujuannya menabung tulisan. Perkara ke depan ada kemajuan atau naik kelas ya, bersyukur semoga dikabulkan.

Jangan takut kehilangan ide untuk menulis, ide itu bisa datang darimana saja dan kapan saja. Tak perlu menunggu ide/ kejadian hebat untuk ditulis, tapi mulailah menulis hal biasa yang dilakukan dan alami. Seperti aktivitas sehari hari di rumah atu di tempat kerja. Apalagi seorang guru tentunya punya banyak cerita.

Info dari Pak Brian terkait dengan Blogspot adalah blogger.com yang perlahan-lahan menuju perubahan tampilan baru. Namun masih tahap uji coba. Kita dapat mengembalikan pada tampilan lama.Namun ada baiknya mulai membiasakan diri dengan tampilan baru blogger.com.

Untuk fitur halaman baru silakan kunjungi  http://youtu.be/mPepysATwSY

Untuk isi Blog kunjungi http:www.praszetyawan.com/2020/03/daftar-isi-lengkap-buku-blog-untuk-guru.html

Contoh blog:https;//www.praszetyawan.com/p/my-other-blog.html

Tips membukukan tulisan: https://www.praszetyawan.com/2020/06/membukukan-tulisan-di-blog.html

Buku Karya P.Brain


Tips Agar blog menjadi perioritas ditemukan mesin pencari ada 2 caranya :

1.      Buatlah tulisan yang masih jarang diposting orang  web/blog lain.

2.  Mendaftar blog ke google webmaster. Perlu waktu memahami tapi ampuh memunculkan blog di halaman  pertama google.

3.      Hindary copas tulisan orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.

 Kesimpulan

Menulis di blog merupkan modal awal untuk membuat kumpulan tuliasan menjadi buku. Jangan menyerah karena kesulita yang kita temui keitka ngeblog. Menulislah lepas tanpa ada beban, apakah tulisan kita baik atau belum atau apakah tulisan kita dibaca atau tidak.Hal biasa menurut kita bisa dianggap luar biasa oleh orang lain. Maka kita menulislah.( Raimundus Brian Prasetyawan)

 

Penulis

Husnul Hafifah


Guru Pendongeng Berbagi Kisah Guru Ngeblog di Word Press

Resume Petemuan Ke-6,

Dibuat oleh : Husnul Hafifah

 

 

Hampir saja saya melupakan jika malam ini ada belajar menulis via wa di gel 12. Pekerjaan mengecek dan ricek berkas usulan pencairan TF menyita perhatian. Untung saja tidak jadi terlupakan. Walau dengan capek dan signal yang timbul tenggelam, diri tetap bersabar bisa bergabung menyimak perjalanan panjang seorang guru hebat dengan berbagai multitalenta. Beliau adalah Bapak Bambang Purwanto ,S.Kom.,Gr. Beliau memiliki 3 julukan. Jika di keluarga dipanggli abang. Jika mendongeng disebut Ayah Salwa. Jika sebagai guru di SMP Taruna  Bakti dipanggil Mr Bams, merupakan ayah dari seorang anak serta suami dari seorang istri. Lahir di kota Bandung, 6 April 1974.




Wabah covid menuai berkah ?

Sebagian orang mungkin merana dengan kehadiran covid. Sebaliknya tak sedikit pula orang yang membuat testimony  bahwa covid membawa keberkahan tersendiri, dan sangat berterima kasih ada covid. Bagaimana Mrs Bams mengungkapkan covid sebagai suatu berkah ?

Mr Bams mengawali kisahnya dengan perjalanan panjang menjadi seorang guru. Cita-citanya setelah lulus SMA tahun 1992  ingin kuliah  di IKIP  ( sekarang ) UPI. Mendafta daftar ke PGSD tahun 1992 akan tetapi kenyataan kehidupannya berbeda. Ia tidak diterima tapi justru temanya yang ikut-ikutan diterima di PGSD itu.

Ia pun akhirnya lulus SMA  tidak melanjutkan kuliah, namun ikut kursus Komputer di Bandung selama 3 bulan, setiap hari. Sebelum lulus dari tempat kursus komputer pun ia sudah bekerja disebuah Konsultan.


2001 - 2004 : Kemfood (milik Bob Sadino)

2004 - 2008 : Pendongeng Keliling

2004 - 2008 : Konsultan Pelatihan

2008 - sekarang : Guru SMP Taruna Bakti

Kenapa Konsultan

Alasan memilih konsulutan saat itu Mr Bams diterima sebagai tenaga administrasi, yang mengoperasikan komputer diperusahaan konsultan pemetaaan.

 Kapan Mulai buat Blog ?

Kisah ngeblog Mr Bams, ketika Ia tahun 2008 diterima di SMP Taruna Bakti. Tahun 2009 selain sebagai guru ia  diminta membimbing ekskul  blog, tetapi memakai multiply.  Dalam perjalanannya ternyata multiply tidak bisa dipakai lagi. Ia lalu pindah ke wordpress. Kenapa nggak blogspot,?  Katanya sudah  jodoh.  Jadi dia pilih wordpress

Kenapa Ngeblog ?

 Alasan  utama ngeblog,  Mr Bams sangat menyenangi dunia menulis. Blog baginya adalah bagian dari alat tulisnya. Melalui blog tulisan tidak sekedar disimpan akan tetapi bisa dipublikasikan dan di baca banyak orang sehingga bermanfaat bagi orang lain. Selain itu  sejak tahun 2003  Dia juga berprofesi sebagai  pendongeng  tetap di di dinas arsip dan perpustakaan  kab. Bandung. Sumber mendongeng harus banyak membaca buku. Tahun 2011 ia  membuat Taman Baca di rumah sendiri, dan sejak tahun 2012 taman baca sudah mandiri, Mr Bams sekeluarga pindah nggak jauh dari Taman Baca. Melalui blog apa pun kegiatannya bisa dipublikasikan dan tentunya bisa menjadi inspirasi banyak orang (pembaca)

 Pegiat Literasi

 Mr. Bams juga pegiat literasii. Label pegiat literasi itu nempel sejak tahun 2011 dan sudah kenal dengan Gol A Gong, penulis hebat Balada si Roy. Beliau juga pendiri Rumah Dunia. Rumah Dunia adalah taman bacaan yang keren. Di SMP Taruna Bakti sebelum ada program Gerakan Literasi Sekolah ( membaca lima belas menit) Ia sudah jauh mememiliki kegemaran membaca. Sehingga apapun kegiatan sekolah yang berhubungan dengan literasi , Mr Bams selalu mendapat jatah  terlibat.

 Prestasi tertinggi di sekolah :

 Salah satu prestasi yang disabet SMP Taruna Bakti  adalah ketika tahun 2019 mendapatkan Juara LIterasi Katagori Utama mengalahkan sekolah negeri dan mengalahkan SMP favorid di kotanya. Mr Bams sebagai Ketua Tim Literasi. Selain prestasi di  sekolah, Mr Bams mendapat Anugerah Penggiat Literasi Dari Dinas Pendidikan Kota Bandung. Di tahun yang sama Ia juga mengikuti ajang Guru Inspiratif Een Sukaesih 2019, dan masuk  6 besar. Mendapatkan penghargaan dari Kepala Disdik Jabar dan Bapak Gubernur.

 Bagaimana mengelola blog ?

Untuk mengetahui bagaimana mr Bams mengelola Blog, silakan kunjungi :

https://penamrbams.id/contoh-blog-yang-dikelola-mr-bams/

 

Tujuan Membuat Blog :

Ada enan alasan mengapa Mr Bams membuat blog:

1. Malu sebagai guru TIK nggak punya blog

2. Malu sebagai penggiat literasi ngak punya blog

3. Berbagi pengalaman

4. Menyimpan tulisan sepanjang zaman (bukan sepanjang hayat)

5. Menghasilkan rupiah

 

Apa Isi Blog?

Blog itu bisa di isi apa saja. Namun intinya hanya 2, yakni

1. Isilah dengan apa yang disukai. Senang menulis cerpen, tulislah cerpen. Senang menulis puisi tulislah   puisi

2. Isilah yang bisa membantu orang lain, tidak hanya pengetahuan atau informasi.

Contoh saja dia sekarang, sedang mengembangkan sebuah blog yang mendukung kegiatan. Seperti yang dilakukannya bersama Omjay. Menurutnya Omjay merasa bahagia saat daftar hadir sudah direkap. Peserta tinggal datang ke blog, kemudian klik daftar hadir, tanpa harus mencari chat di grup WA. Benar juga saya sebagai pemula bisa merasakannya, tanpa ribetnya mengisi presensi dan bisa melihat langsung rekapan esok hari saat berkunjung ke blognya Mr Bams.

 

 Wabah Covid-19 menuai berkah

Sebagaimana perjalanan panjang kisah hidupnya. Berawal dari kegemaran  menulis dan mengembangkan pada blog, lalu membawa takdir perjumpaannya  dengan om jay di era pandemi covid. Ia pun merasakan ajaibnya menulis. Bagi Mr Bams Covid memberikan keberkahan tersendiri kepadanya. Adanya covid dia yang keranjingan menulis di blog dan jago mengelola Blog. Akhirnya juga memberanikan diri membuka kelas Blog. Idenya terinspirasi oleh Om Jay Om Jay dan Kang Encon. Dia memperhatikan  bagaimana polanya serta  bagaimana mengelola kelas online di WA. Bukan Mr Bams jika tak bisa gerak cepat dan singkat. Akhirnya  ia pun merilis kelas belajar Blog . Yang kini sudah berjalan:

1. Kelas Blog Pemula sudah 4 angkatan, Angkatan 5 akan mulai 13 Juni

2. Kelas Blog Lanjutan sudah 1 angkatan, Angkatan 2 akan mulai 18 Juni

3. Kelas Blog Utama (peserta yang mintanya bebas, bisa belajar kapan saja)

Kelas blognya sih  belum bisa seperti Omjay. semua memang ada rupiahnya, akan tetapi harga terjangkau. Bila dibandingkan harga pasaran di internet masih jauh begitu katanya.

Sudah banyak testimoni dari peserta kelas ngeblog yang dibinanya. Secara lengkap lihat di sini:

https://penamrbams.id/testimoni-peserta-kelas-blog-bersama-mr-bams/

Kisah ngeblognya bersama guru di word press pun akhirnya jadi karya buku, dan buku itu menurutnya akan jadikan persembahan untuk kita semua guru pastinya.  Ada kata bijak  Mr Bams yang patut kita catat.

Lakukanlah apa yang mau dan bisa kita lakukanlah.

Banyak orang yang bisa tapi kadang tidak mau melakukannya

Bermodal mau maka akan menjadi bisa.

 

Masih banyak orang hebat di sana. Kita bukan untuk menjadi orang hebat, akan tetapi semoga kita menjadi orang yang bermafaat kapanpun, dimanapun dengan siapapun.

 

Poin Penting dari  cerita guru  ngeblog di  word press bersama mr Bams

1.   1. Orang sering tergoda dengan penampilan. Sehingga saat belajar blog cenderung otak atik mempercantik tampilan. Beradamailah dengan diri sendiri, buatlah target menulis. Semiggu sekali kah ? Dua hari sekali kah ? Atau setiap hari. Lakukan yang bisa dulu, bila sudah terpenuhi, tingkatkan kembali intensitas menulisnya.

2.   .   Ubahlah pola pikir  saya malas ngeblok atau saya tak bisa,maka gantilah Saya sedang berjuang membuat blog, maka saya akan lakukan. Mahir bisa dilatih, yang bisa latihan hanya orang yang mau berlatih.

3.       Menulis di blog bisa di mana saja, ada blogspot ada wordpress, ada juga yang di web. Menulis di mana pun bagus, tergantung selera dan kebiasaan. Boleh punya dua asal bisa dikelola dengan baik,dibutuhkan kedisiplinan dan latihan yang tekun.

4.       Menulis di blogger dan wordpress adalah pilihan, sama sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Tergantung pengguna,saran focus pada salah satu dan berbahagialah mengelolanya.

5.       Hal positif yang didapat dari mengelola blog atau word press adalah  hidup merasa tertantang untuk bisa mengisi blog setiap harinya. Apalagi sudah punya target.

Seperti  menu penamrbams.id

  Pagi >>> Berita

  Siang >>> bebas, kadang posting kadang tidak

  Malam >>> Tulisan Sebelum Tidur

Kendala saat ngeblog

1.       Jaringan sedang tidak bersahabat, padalah kita mau posting

2.       Kehabisan ide, solusi membaca

 6.       Tips agar blog ramai dikunjungi

               1. Tergabung dengan komunitas (seperti grup menulis ini, ada 12 grup)

2. Sering memperkenalkan blog kita kepada yang lain, bisa di WA, FB, IG

3. Rajin berkunjung ke blog yang lain

4. Buatlah blog kita untuk membantu orang lain

7. Tips mempublikasikan tulisan pada bebarapa blog adalah dengan memberikan tulisan tambahan  pada akhir halaman dengan kalimat “ulisan ini pertama posting di ...blogpost.com”  

77. Cara paling gampang menerbitkankan  berkenalanlah dengan penerbit, biasaya penerbit akan memberikan arahan. Konsultasi lebih jelas dengan Omjay silahkan. Memang harus bersabar, yang penting selalu ada ikhtiar. Bila sudah waktunya pasti bukunya terbit

8.   Bila tulisan kita sudah ada di blog, maka ikhlaskanlah. Karena bila sudah dipublish, tidak lagi hanya milik kita. Akan tetapi kita sebagi blogger yang baik, bila mengambil sumber dari yang lain sebaiknya link/URL nya disebutkan juga, sebagai penghargaan kepada pemiliknya, atau penulisnya. Menabung yang baik adalah dengan memberi memberi manfaat pada orang lain.

9.   Blog, vlog dan youtube memang berkompetisi. Pergeserannya luar biasa. Vlog lebih ramai. Namun untuk guru, ada pesan yang harus disampaikan pada generasi masa depan. Menulis tak akan tergantikan. Menulis meninggalkan sejarah dan jejak untuk kelestarian.

10 .  Blog enak dibaca, enak dilihat  butuh keterampilan. Seperti menulis butuh keterampilan. Berlatihlah menulis setiap hari. Enak dilihat harus  belajar mengatur tampilan. Bisa bertanya tentang mengatur tampilan pada yang tampilanya bagus.

 

Kesimpulan

 1. Sebagai guru tantangan saat ini sangat luar biasa, membiasakan menulis adalah bagian dari keterampilan yang harus diperlihatkan. Caranya dengan menulis diblog, mengirimkan tulisan ke media cetak (koran, majalah, media online) kemudian membuat buku.

2. Buatlah blog yang dikelola sepenuh hati, tidak hanya memenuhi target. Akan tetapi tumbuh kembangkanlah blog, sehingga blog bisa menjadi cerminan pemiliknya.

3. Berbagilah kebaikan dengan cara apapun, termasuk media blog.

4. Setiap orang punya potensi yang luar biasa, maka galilah dan kembangkan

 Banyak orang yang bisa akan tetapi tidak semua orang mau melakukan sesuatu. Hidup ini akan selalu bahagia, karena bahagia diciptakan setiap saat. Buatlah tulisan agar dikenang sepanjang jamaan.

 

Profile:

Kunjungi:   https://penambams.id/profil-mr-bams

 


Guru Agung Berbagi Kisah Inspiratif dan Menginspirasi Pejuang Muda Pendidikan

RESUME BELAJAR MENULIS
PERTEMUAN KE-5



Nama Lengkap                  :  Agung Pardini

Nama Panggilan                :  Guru Agung

Tempat, Tanggal Lahir      :  28 Jumaddil Awwal 1401 H.

Agama                                 :  Islam

Status                                 :  Menikah, 1 istri, 0 anak

Alamat Rumah                  :  Kandang Roda RT 03/04, No. 82 Kel. Nanggewer Kec. Cibinong  Kab. Bogor  Jabar  16912

E-mail                                    :  guruagungpardini@gmail.com

 


" Menulis ini melatih ketajaman pikiran dan memperhalus budi pekerti. Maka menulislah, maka engkau "ada

 

Kelas menulis  malam ini , Rabu 10 Juni 2020 sperti biasa Om Jay selaku tuan rumah mengawali dengan membagikan flayer CV pemateri lalu menyapa para peserta. Hal tak biasa  dari 4 pertemuan sebelumnya adalah, OM Jay menyapa kami melalui video. Terlihat wajahnya yang teduh dan ceria serta berhiaskan  senyum. Pada pengantarnya Om jay menyampaikan jika  akan berbagi pengalaman dengan pembicara nasional bapak Agung Pardini dan saat ini menjabat sebagai GM sekolah kepemimpinan Bangsa.

Penyampaian materinya dalam kelas juga tidak secara langsung di kelas gel.12 karena pemateri dan moderator ada di kelas gel 8. Pun begitu kondisi kelas tetap kondusif  dari awal hingga akhir kegiatan. Ajaibnya kegiatan di era disrupsi dan komputasi kegiatan bisa dilaksanakan secara berasamaan diberbagai ruang dalam satu waktu.

Malam ini, Bapak Agung Pardini atau yang dikenal dengan julukan Guru Agung memulai dengan membicarakan urusan penulisan dan penerbitan buku dari perspektif yang berbeda  dalam  bidang pendidikan dan keguruan. Berdasarkan pengalaman beliau bekerja di lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa.  Beliau terbiasa untuk mengajak para guru-guru yang mengabdi di daerah-daerah pelosok untuk menulis dan berkarya. Di tengah keterbatasan kondisi geografis dan budaya, aktivitas menulis dan berkarya ini memiliki tantangan sendiri buat para guru-guru di sana.

Menurutnya  terdapat beberapa kendala:

1. Gaya bahasa, ada beberapa istilah Bahasa Indonesia yang dimaknai secara berbeda di daerah.

2. Penggunaan komputer, banyak yang belum mengenal MS Office

3. Listrik, di beberapa wilayah hanya menyala di malam hari.

4. Ejaan yang (belum) disempurnakan

 

Setiap permasalahan pasti ada solusinya. Maka solusi yang diberikan slah satunya adalah dengan model pendampingan intensif. Secara sabar para konsultan dan guru-guru relawan akan melakukan pendampingan dan bimbingan selama kurang lebih setahun. Tentu ini bukan tugas yang mudah. Butuh kesabaran dari para relawan. Dompet Dhuafa sendiri dibangun oleh para jurnalis senior Republika di era-era awal. Sehingga setiap program yang  dikerjakan buat pemberdayaan guru di daerah harus memiliki produk buku atau tulisan.

 Ada beberapa ragam jenis kegiatan menulis dan berkarya yang biasa di berikan kepada guru-guru di pelosok. Outputnya tidak harus buku, ada yang berbentuk PTK, jurnal, media pembelajaran, puisi, dan lain sebagainya. Terkait dengan percetakan semua dibiayai dompet Duafa. Buku-buku nya tidak diperjual belikan. Namun  dibagikan secara gratis buat guru-guru di daerah lain yang membutuhkan.

Berikut contoh buku yang berisi kumpulan tulisan para guru terkait dengan inovasi pembelajaran yang telah mereka hasilkan dalam bentuk inovasi ataupun media.


Ahamdulillah buku-bukunya dapat memberi manfaat dan masukan bagi inovasi pembelajaran di daerah lain.  Genre buku-buku yang lain yang diciptakan sifatnya adalah kisah-kisah inspiratif dari para pejuang muda pendidikan yang mengabdi sebagai guru-guru di daerah pelosok. Contoh seperti  dua buku berikut:

 

Dua buku tersebut bercerita banyak tentang pengalaman para guru muda yang mengajar hingga ke pelosok negeri. Ada yang di kepulauan,  di hutan dan pegunungan ,di pelosok kampung. Bahkan dalam buku itu juga menceritakan seorang  guru muda yang meninggal dalam tugas di penempatan. Dan saat sebelum meninggal, guru tersebut menulis pada buku “ Batu Daun Cinta Teman Setia Belajarku. Akhinya nama sang guru pun abadikan menjadi nama sebuah penghargaan bagi guru-guru terbaik SGI, dengan Jamilah Sampara award

Hampir semua buku-buku yang Guru Agung terbitkan adalah antologi, nulis bareng-bareng.

Bagaimana Guru Agung cara mengajarkan Para Guru Menulis?

1) Caranya adalah melalui menulis” Jurnal Perjalanan guru. Menulis jurnal  wajib dikerjakan oleh setiap guru yang sedang mengikuti proses pembinaan di kampus SGI. Setiap malam mereka harus menulis pengalaman mereka selama  siang hari. Modelnya bisa macam-macam. Ada yang curhat, sampai ada yang membahas suatu teori kependidikan dan kepemimpinan. Melalui jurnal ini, kita pun para pengelola dan dosen jadi tahu tentang perasaan dan pikiran yang tengah bergejolak di hati mereka. Jika ada perasaan hati yang negatif, kita bisa langsung coaching atau konseling. Ada yang rindu keluarga, ada yang sakit hati, macam-macam ceritanya. Kebiasaan menulis jurnal harian ini, Guru jadi terlatih buat menulis.

2) Melalui bedah buku. Kebiasaan menulis ini tentu tidaklah cukup, harus ada upaya lain, yakni banyak-banyak membaca  Kalau tidak banyak membaca, tidak bakal banyak menulis. Ini melatih kepekaan literasi mereka. Makanya kita adakan bedah buku rutin. Ada yang harian, ada yang pekanan. Caranya yang menjadi pembina apel menyampaikan bedah buku.  Tak harus yang berat-berat, novel pun bisa. Selain bedah buku, untuk memantau kemajuan bacaan para guru, setelah apel biasanya ada aktivitas "Semangat Pagi".

3) Memberi motivasi secara bergantian, dengan menggunakan kata-kata yang dinukil dari para tokoh. Ini efektif juga buat meningkatkan kepekaan literasi buat para guru. Guru Agung sangat percaya bahwa menulis buat para guru adalah lompatan dan percepatan peningkatan kapasitas, kompetensi, dan rasa percaya diri.

  Contoh lain buku  lain yang ditulis  bersama Tim Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa.


        


Buku  tersebut merupakan kumpulan tulisan tentang cara-cara pengelolaan sekolah secara efektif dan efisien. Rencana awalnya buku tersebut akan disusun menjadi semacam kamus atau ensiklopedi pengelolaan sekolah.

Rangkuman Sesi Tanya Jawab

1.Salah satu Program SGI adalah SMT (School Of Master Teacher). Saat ini tengah diselenggarakan di NTB, Sulsel, Sulbar, dan Sulteng. Lama programnya adalah 3 hingga 4 bulan. Tugas akhirnya adalah membuat PTK.

 2.Setiap tahun  mendapatkan donasi buku. Walau jumlahnya terbatas, bukunya disalurkan ke beberapa daerah pelosok. Kalau boleh jujur, sebetulnya dari zaman dahulu pemerintah kita sudah sangat peduli untuk pengiriman buku-buku ke sekolah-sekolah marjinal.Namun sayangnya masih banyak guru yang belum termotivasi untuk membacanya.

3.Salah satu kebiasaan Beliau jika datang ke sekolah di pelosok adalah membongkar-bongkar lemari sekolah. Banyak buku masih terplastik rapi di dalam dus-dus

4. Untuk  mendapatkan buku2 koleksi dompet dhuafa Saat ini sudah tersedia online. Jadi lebih mudah diakses. Silakan akses  EduAction e-Book Dompet Dhuafa Pendidikan 2020 melalui link http://etahfizh.org/ebook serta melalui tautan http://etahfizh.org/campaigns/baju-lebaran/

5. Guru Agung secara pribadi tidak banyak menulis buku, tapi lebih senang menulis artikel atau naskah akademik buat pengembangan program pendidikan di Dompet Dhuafa .Sekarang beliau tengah membuat gerakan Transformasi Kelas Ajar dan juga mengembangkan Sepuluh Kepemimpinan Guru.

6. Tulisan-tulisannya bisa dibaca di web SGI: www.sekolahguruindonesia.net

atau di http://www.sekolahguruindonesia.net/serial-sepuluh-kepemimpinan-guru-sahabat-terbaik-siswa/

7. Senang menerima undangan para guru di daerah hanya sayangnya, oleh kantor tidak boleh keluar daerah sampai dengan Bulan Desember karena covid.

8.Awal karier dia melamar langsung saat ada lowongan untuk menjadi trainer dan konsultan pendidikan di Dompet Dhuafa. Kebetulan tahun 2008, Dompet Dhuafa sedang butuh SDM dari kalangan guru/praktisi pendidikan.Seperti biasa, ada tes seleksi.

9.Adanya covid  beberapa program di daerah  dihentikan , salah satunya adalah program pendampingan sekolah. Semoga tahun depan dibuka lagi. Jika ada yang mau bergabung silakan hubungi melalui  wa beliau cukup japri saja. Kebetulan fokus pendampingan sekolahnya adalah ke bidang literasi. Namanya programnya Sekolah Literasi Indonesia.

10. Guru wajib  bisa menulis tapi tidak harus dalam bentuk buku .Bisa PTK.Bisa Jurnal Penelitian.Bisa Cerpen atau Puisi.Bisa juga modul, LKS, atau mungkin Kumpulan Bank Soal. Guru wajib literat, bahkan multiliterat, apapun bentuk tulisannya. Beliau senangannya corat-coret di kertas. Dikumpulkan pelan-pelan, baru nanti dibuatkan artikelnya.”Kalau menulis buku, saya beraninya masih bareng-bareng. Takut kalau sendirian.. sepi “ kelakarnya.

 

Penguatan yang disampaikan :

1.Secara pribadi merasa bahwa merangkai kata dalam bentuk tulisan ini bukan pekerjaan mudah. Kita mesti bersabar. Kalau mau lancar harus banyak membaca dulu.

2. Cobalah menulis dengan apa yang sering kita pikirkan, kita lakukan, dan yang sering kita katakan. Buat mencari ide, butuh teman diskusi, butuh temen nongkrong setia, butuh komunitas.

3. Menulis ini melatih ketajaman pikiran dan memperhalus budi pekerti. Maka menulislah, maka engkau "ada".( Agung Pardini)

 

Bondowoso, 11 Juni 2020

Penulis  : Husnul Hafifah