Yuk Menulis dari Artikel ke Buku ( Bagian 2)


 Menulis dari Artikel ke Buku

Menulis merupakan suatu keterampilan. Sebagaimana halnya orang ingin bisa mengendarai sepeda  maka seseorang harus berlatih hingga mahir. Dalam berlatih acapkali harus jatuh bangun berkali- kali. Karena latihan dan semangat pantang menyerah akhirnya bisa, lama-lama terampil atau mahir.Ketika seseorang sudah trampil menulis (artikel), pekerjaan menulis buku bisa menjadi lebih gampang. Mereka yang sudah terbiasa menulis artikel akan lebih cekatan dalam menghasilkan buku.

Anda yang ingin menulis dari artikel ke buku? Inilah tips-tipsnya!

Pertama, saat harus merancang dan menulis buku.

Menulis idealnya memang secara langsung belajar menulis buku. Namun tak sedikit penulis yang menulis buku berawal dari menulis artikel. Untuk yang belajar menilis buku secara  menulis langasung maka berikut merupakan tips yang bisa diterapkan.

  • Tetapkanlah tema yang akan diangkat.
  • Buatlah Daftar Isi.
  • Mulailah menulis. 

 Kedua, kala menghimpun artikel menjadi buku.

Tulislah sebanyak mungkin artikel dengan tema sejenis. Misalnya, bertema pendidikan. Setelah, dirasa cukup untuk dijadikan buku, lakukan langkah: a).Edit ulang. Sering artikel menggunakan “bahasa Koran”, seperti “kemarin”, “pekan lalu”. Untuk itu, ubah dengan mencamtumkan tanggal kejadian yang dimaksud. b).Jika diperlukan, buatlah rubrikasi. Meski semua berada di rumpun pendidikan, mungkin masih bisa dikelompokkan lagi dalam bidang yang lebih khusus. Misal, ada rubrik “Spirit Pembelajar di Semua Musim”, “Menjadi Orangtua Sekaligus Guru”, “Betah di Perpustakaan Keluarga”, “Merancang Liburan Bernuansa Pembelajaran” dan “Belajar di Masa Pandemi”.

Mudah bukan ? Mari menulis setiap hari, jangan pernah bosan apalagi berhenti. Tulislah artikel sederhana lalu jadikan buku. Selamat mencoba!

Selain menulis artikel tak kalah penting ketika menulis juga belajar membuat resensi Resensi Buku.

Apa itu resensi buku?

Resensi buku merupakan ulasan kritis atas sebuah buku. Di dalamnya paling sedikit berisi identitas buku yang akan diresensi, ringkasan isi buku ( bisa dipilih dari bagian –abgian yang paling penting) dan penilain objektif atas buku baik segala kelebihan serta kekurangannya.

Bagaimana langkah-langkahnya?

Resensi buku bisa berisi jawaban atas pertanyaan berikut, yang ditulis dalam gaya artikel.

  •        Tulislah identitas buku
  •       Apa isi ringkasinnya
  •       Apakah penulis memiliki kompetensi
  •       Apakah buku itu didukung referensi yang memadai
  •        Buku itu ditujukan kesekmen pembaca mana?
  •       Adakah pengetahuan baru yang disodorkannya ataukah sekedar repetisi dari buku yang sudah ada?
  •       Apa kelebihan dan kekurangannya, missal apa mudah dipahami oleh semua kalangan
  •       Bagaimana performa buku? Menarik ataukah sebaliknya?
  •       Tepatkah kehadirannya?
  •       Berhargakah untuk segara dibacaatau kita miliki? 
            Berikut adalah contoh resensi:

Keuntungan jika Anda Rajin Menulis Resensi Buku

  1.          Saat akan menulis buku kita lebih terbimbing kareana sudah sering mengkritisi buku karya orang lain.
  2.         Memberikan pengalaman agar kita tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang yang dilakukan penulis lain.

Itulah poin-poin penting  yang perlu dikuasi oleh penulis dalam menulis dari artikel ke buku  bersama Bapak M. Anwar Djaelani . Semoga bermanfaat selamat mencoba !

Menulislah setiap hari, mulailah dari saat ini.

         
        Penulis Husnul Hafifah
        diarynulfah.blogspot.com 


Menulis Yuk! dari Artikel ke Buku ( Bagian 1)

Resume Bimbingan Belajar Menulis

Pertemuan ke 20

Hari /Tanggal : Rabu 15 Juli 2020

 Narasumber :  M. Anwar Djaelani,

Hari ini, saya akan berbagi tulisan hasil mengikuti bimbingan menulis dan menerbitkan buku bersama om Jay yang memasuki pertemuan ke-20. Pada hari Rabu tanggal 15 Juli 2020, pukul 19.00 sd.21.00, dengan topik pembahasan Cakap menulis dari artikel ke Buku. Bersama Narasumber handal, M. Anwar Jaelani.  Sosok ayah tiga anak kelahiran Pemekasan 23 April 1962  ini aktif menulis artikel sejak 1996. Jejak rekam artikelnya banyak dijumpai di Jawa Pos. Radar Surabaya,surya, Malang Pos dan Republik. Sedangkan untuk media online di www.inpasonline.come, www.hidayatullah.com ,  www.kanigoro.com , www.islampos.com , dan www.anwardjaelani.com .

 Di antara karya bukunya adalah Berdekat- dekat Kepada yang Mahadekat (2020). Keluarga sakinah perindu Jannah ( 2019) Jejak kisah pengukir sejarah ( 2018) , 50 Pendakwah Pengubah sejarah ( 2016) Warnai dunia dengan menulis ( 2012), serta buku- buku antologi lainnya.

 Seperti yang disampaikannya menulis baik artikel  maupun buku adalah sebuah ketrampilan.  Kecakapan seseorang dalam menulis, diperoleh dari latihan. Semakin rajin berlatih maka akan semakin terampil . Sikap giat berlatih akan muncul hanya jika ada motivasi yang kuat. Bagi umat Islam, misalnya, motivasi bisa muncul dari keinginan untuk mengamalkan QS Al-Alaq 1-5. Di situ, ada petunjuk agar kita aktif membaca sekaligus ada pula rangsangan untuk gemar menulis.

Bersemangatlah untuk belajar menulis artikel, dengan kecakapan yang dimiliki insyaallah akan naik kelas dari menulis artikel bisa bermuara kepada lahirnya buku demi buku. Bahwa, trampil menulis artikel dapat bermuara untuk juga cakap menulis buku.

Berikut ini merupakan resume materi seputar menulis Artikel.

Modal Utama Penulis

Banyak membaca adalah modal utama penulis.  Membaca sebanyaknya mungkin bahan bacaan terutama bidang yang kita sukai.  Dengan banyak dan sering membaca seseorang akan, pertama, mendapatkan pengetahuan / wawasan baru. Kedua, mendapatkan ide untuk menulis sesuatu sebagai pengembangan dari apa yang sudah dibacanya. Ketiga,mengakayakan diri dengan perbendaharaan kata.

Artikel  dibuat  setelah mendapatkan tema yang bisa berasal dari berbagai sumber yang kita baca yang ada disekitar kita, baik melalui buku, koran dan media sumber lain yang bisa dibuat artikel

Pengaruh Tulisan

Sangat dahsyat pengaruh dari tulisan. Lihatlah  ungkapan salah seorang pendiri Pesantren Gontor KH Imam Zarkasy (1910-1985) berikut ini. Bahwa, andai tak punya murid, “Saya akan mengajar dunia dengan pena”.  

 Mari, Maju dengan menulis

Sebuah ajakan bijak pada kami agar kami selaku pendidik bisa membawa kemajuan dengan menulis. Tema untuk dikembangkan menjadi artikel cukup mudah kita dapatkan karena banyak tersedia di sekeliling kita. Tema bisa berasal dari isi koran, majalah, televisi, dan internet. Dalam menulis perlu membiasakan diri untuk terus menulis dan itu harus didasari pada sebuah niat yang benar. Tatalah niat kita lebih dahulu.Buatlah niat yang kokoh, misalnya dari sisi agama. Dengan niat  yang baik semoga  percepatan pengusaan kecakapan menulis bisa secepat mungkin kita raih.

Artikel adalah Sebentuk Karya tulis

Apa Motivasi Kita Menulis Artikel?

 Jika  menulis artikel agar bisa dimuat di media, maka agar tulisan bisa tembus dimedia, ada beberapa persyaratan yang harus dikuasi oleh penulis. 

 Penentuan tema

Tema tulisan harus aktual dan menarik perhatian publik. Jika dua hal itu sudah dipenuhi, maka syarat pertama agar artikel kita dimuat media sudah terpenuhi. Tinggal syarat yang lain seperti, misalnya, orisinalitas gagasan, kekuatan argumentasi, dan kecermatan berbahasa.Tema akan datang mengalir deras, terutama jika kita sudah membiasakan diri untuk menulis. Nyaris di setiap kita membaca, melihat, atau mendengar sesuatu yang “tak biasa”, biasanya lalu terbit ide untuk mengartikelkannya.

        Langkah Menulis Artikel

Setelah tema tulisan kita tetapkan, buatlah outline (kerangka karangan). Langkah ini diperlukan sebelum kita menulis secara lengkap. Outline kita buat untuk memudahkan pengembangan penulisan.

Pada dasarnya, alur menulis itu terangkai dalam “Tiga Besar” yaitu pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Pendahuluan disampaikan secara ringkas masalah apa yang akan kita bicarakan. Lalu, di pembahasan, diurai dan analisis masalah yang  dipaparkan di bagian pendahuluan. Kemudian, di penutup, berilah kesimpulan dan saran berdasarkan uraian dan analisis sebelumnya.

Contoh Outline

Tetap Berseri-seri Belajar di Masa Pandemi

  1.         Pandemi Covid-19, ujian bagi semua (1 paragraf)
  2.         Manusia selalu diuji dengan bentuk beragam (2 paragraf)
  3.         Sekilas Covid-19 (1 paragraf)
  4.         Dampak negatif Covid-19 secara umum (2 paragraf)
  5.         Dampak negatif Covid-19 di dunia pendidikan (3 paragraf)
  6.         Sudut pandang agama, bersama kesulitan ada kemudahan (2 paragraf)
  7.         Berbagai pilihan cara belajar di saat pandemi (4 paragraf)
  8.         Penutup / kesimpulan; Tetap optimis di situasi apapun (1 paragraf) 

         Total, ada 16 paragraf

Outline atau kerangka pikir,  panjang artikel untuk media massa/koran terdiri atas  6000 karakter termasuk spasi. Biasanya terdiri atas kurang lebih 15 paragraf . kembangkan outline dalam sub sub paragraf. 

Bagian pendahuan 1

Ada 2 aspek yang berperan besar dalam kesuksesan tulisan. Pertama Judul dan yang kedua lead. lead adalah paragraf pertama dibawah Judul. Kedua hal ini sangat penting dan menentukan apakah tulisan yang dibuat akan dibaca sampai tuntasa saat membaca kedua hal tersebut.

a.  “Judul Pemanggil”

Judul yang baik, antara lain: a).Mampu mencuri perhatian pembaca. b).Mencerminkan tema / arah tulisan, sehingga bisa menjadi semacam miniatur isi keseluruhan tulisan. c).Ringkas dan padat. Judul sekitar 4 kata tidak termasuk kata tugas. Judul mengandung rima atau pengulangan bunyi.

Sebagai sarana berlatih, seringlah memerhatikan judul-judul artikel di berbagai media.

 Contoh Judul:

  •  Urgensi Meneliti dan Menulis Menulis ( Jawa pos  ) 
  •   Menunggu Realisasi Program Buku Murah (Jawa Pos, 31/07/200
  •   Hukuman Guru dan Mimpi Buruk Murid (Radar Surabaya)

 Contoh Judul:

  • Rindu Pemimpin Menulis Buku (Jawa Pos 17/05/2017)          
  • Menjaga Martabat Penerima Zakat (Jawa Pos)

  b.  “Lead Penggoda”.

Lead adalah pendahuluan berbentuk paparan ringkas dari masalah yang akan kita kupas. Posisi lead menempati paragraf pertama. Fungsi lead adalah penggugah rasa ingin tahu pembaca. Lead mengantar pembaca ke gagasan utama sang penulis.

   Bagian 2.   “Pembahasan nan Menawan” dalam Artikel

Di bagian ini, isinya berupa analisis atas masalah yang kita angkat. Pembahasan harus sistimatis, argumentatif, tuntas, dan ditulis dengan bahasa baku namun tetap dengan sentuhan popular. Bagaimana menulis argument yang baik, maka sangat dianjurkan, perbanyak membaca artikel karya orang lain. Sehingga dengan membaca karya orang lain.

 Bagian3   “Penutup yang Menggugah”

Bagian ini memuat kesimpulan dan/atau saran atas masalah yang kita kupas. Disajikan sekaligus dengan gaya pamit. Lihat contoh lead dan penutup berikut ini:

Tiga Gaya Lead dan Penutup 

Perhatikan contoh berikut

Judul: Guru Rajin Menulis dan Efek Besar Itu

Lead (Gaya pertama, menggoda dengan pertanyaan):

Semua orang, tanpa kecuali, harus menjadi pembelajar di sepanjang usianya. Maka, sungguh menyenangkan jika guru suka menulis. Amat membanggakan andai guru rajin menulis. Apa hubungan seorang pembelajar dengan posisi guru yang gemar menulis?

     Penutup:

Sungguh, jadilah pembelajar tiada henti dengan cara menjadi guru yang penulis. Sungguh, duhai para guru, bersemangatlah untuk menjadi pahlawan yang berjasa karena banyak menghasilkan karya tulis. Karya-karya itu, semoga secara meyakinkan menginspirasi murid, orangtua murid, dan masyarakat luas. Indah!

Judul: Rindu Pemimpin Menulis Buku

Lead (Gaya pertama, menggoda dengan pertanyaan):

Di Indonesia, Hari Buku Nasional diperingati setiap 17 Mei, sedangkan Hari Buku Sedunia dirayakan setiap 23 April. Inti dua momen itu sama, yaitu mengajak kita lebih mencintai buku sebagai sumber ilmu pengetahuan. Urgensi seruan itu, meski bersifat umum, lebih terasa jika ditujukan kepada para pemimpin. Bahkan, seyogianya para pemimpin itu didorong pula aktif menulis buku. Mengapa?

Penutup:

Alhasil, kepada para pemimpin, mari tundukkan kepala: Apakah sikap rajin membaca (atas semua persoalan masyarakat) sudah menjadi komitmen keseharian Anda? Sudahkah semua yang Anda baca itu lalu bisa melahirkan tulisan berupa konsep dan kebijakan yang selalu berpihak kepada rakyat kecil? Lalu, agar rakyat yakin dengan ketulusan komitmen Anda, tulislah konsep dan kebijakan Anda dalam sebuah buku. Sungguh, kami benar-benar merindukan pemimpin yang bisa menulis buku. Kami rindu pemimpin yang berkualifikasi laksana Soekarno, Hatta, dan Natsir.

 

Judul: Ilmu Pengetahuan Bisa Topang Keimanan

Lead (Gaya kedua, dengan kutipan pemikat)

“If you think strongly enough,

you will be forced by science to the belief in God”

(Kelvin, fisikawan, 1824-1907).

Penutup:

Singkat kata, ilmu pengetahuan bisa mendatangkan keimanan bagi yang masih belum punya iman. Ilmu pengetahuan bisa menguatkan keimanan bagi yang sudah memiliki iman. Terkait ini, lihat Kelvin di paragraf pembuka tulisan ini. Benar, saat dia berkesimpulan tentang pengaruh kuat ilmu pengetahuan terhadap kepercayaan akan adanya Tuhan. Jadi, jangan pernah berhenti untuk mendalami ilmu.

Judul: Menguatkan Mental Anak di “Musim” Olok-olok

Lead (Gaya ketiga, narasi diskriptif):

Sesungguhnya, olok-olok tak mengenal musim. Perilaku terlarang itu telah berlangsung lama dan terus terjadi. Padahal, kerugian yang ditimbulkan oleh olok-olok –dan apalagi bully- sangat besar.

Penutup:

Singkat kata, selalu berilah anak-anak asupan ruhani yang memadai. Ajari anak-anak sikap untuk tak suka mengganggu orang lain. Didik mereka untuk sabar dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Tentu saja, sebagai orangtua, kita harus telah terlebih dahulu mengamalkan hal-hal tersebut.

Demikian wawasan penulisan artikel yang saya dapatkan, semoga manfaat .Bersambung... 


Penulis Husnul Hafifah








MOMENT OF WAW DARI SEPENGGAL KERUWETAN

Judul tulisan ini, terinspirasi dari sebuah kiriman link vidieo youtube, yang masuk pada wapri saya bertanggal 11 Juli malam, namun baru saya menemukan esok paginya sekitar pukul 6.30 . Ketika saya buka pagi itu ternyata lemot sekali, sinyalnya mutar-mutar suara dan gambar yang  muncul tersendat sendat. Rupanya signal pagi itu  kurang bersahabat. Agak siang setelah sarapan saya coba buka kembali, barulah jelas. Bagi saya isinya menarik sekali, ada bagian video itu yang membuat saya senyum senyum sendiri.  Yah, Ngaji literasi sesi 2  kiriman dari Dr. Ngainun Naim.

Pada tulisan ini, saya tidak akan menceritakan secara detail apa yang disampaikan Beliau, nanti saya berikan link tautannya, Anda silakan tonton jangan lupa untuk memberikan subcribe dan like jika ada kolom komentar sila juga  komentari. Itung- itung sebagai ucapan terima kasih atas sharing ilmu yang telah dibagi secara gratis. Insyaallah Allah ganti dengan pahala yang jauh lebih baik lagi.

Dari vidieo Ngaji literasi sesi 2 itu, saya mendapatkan wawasan baru, yakni tentang nilai- nilai menulis. Nilai- nilai menulis itu ternyata penting untuk dikaji. Menurutnya nilai- nilai yang ada dalam menulis akan mempengaruhi pada proses menulis itu sendiri. Menulis bukan sekedar menuangkan ide atau gagasan, pikiran ke dalam tulisan. Namun bersamaan dengan aktivitas menulis itu sendiri ada nilai instrinsik yang hadir pada tulisan yang dihasilkan oleh penulis.

Saya mengangkat satu nilai  dari 5 nilai yang menjadi topik bahasan dalam vidieo itu dan kebetulan sekali  nilai itu pas dengan suasana hati yang saya alami saat itu.Salah satu nilai instrinsik dalam menulis seperti yang diungkapkan adalah menulis itu secara kejiwaan memberikan kebahagiaan. Menulis itu awalnya memberatkan, menulis bukanlah pekerjaan yang mudah. Perlu perjuangan yang sungguh –sungguh untuk menghasilkan tulisan. Ketika seseorang berhasil membuat tulisan maka akan muncul kelegaan akan plong pikiran dan beban yang memberatkannya. Inilah yang menurut motivator disebut “moment of waw”

Momen of waw,  bagi saya saat itu adalah begitu print out terakhir rekomendasi saya tercetak, spontan “ Alhamdulilah”  Seakan melayang, terbang ! saya benar-benar merasakan  itu. Pekan kedua Bulan Juli, kurang lebih 5 hari saya hampir tiap malam tidur melewati tengah malam. Pikiran sering kacau- bolpoin dipegang sering hilang. Handpone dipakai  vicon ( untungnya dengan anak ) Eh malah dicari cari. Sadarnya ketika yang di layar ketawa terpingkal-pingkal. Semua ini efek dari target pekerjaan kantor mendekati date line yang bersamaan juga dengan tugas-tugas pelatihan online ( kesadaran sendiri). Diawali menyusun materi pembinaan review dokumen I , melaksanakan pembinaan, melakukan pendampingan, memverivikasi dan memvalidasi dokumen yang sudah jadi. Menyusun rekomendasi, belum lagi verifikasi usul proposal pencairan dana TPP dan tugas pengembangan diri. Pekan itu merupakan pekan penuh kesibukan dan berdampak pada keruwetan pikiran.

Alhamdulilah berkat pertolongan-Nya, saya masih diberikan kesehatan serta kekuatan. Akhirnya mampu menyelesaikan semua tugas itu tepat waktu. Benar benar sebuah momen of waw yang membuat saya bahagia. Satu lagi, berkat link video itu saya mendapatkan ide untuk menulis ini. Terima kasih Dr Ngainun Naim. Senyum saya hari ini mengembang ,bertambah satu centi di sudut bibir kiri-kanan. Moment Of waw sekali!

Salam literasi


 

Link Youtobe Ngaji Literasi http://youtu.be/LxSY0y8MPjI

Penulis : Husnul Hafifah, S.Pd 

Menimba Pengalaman Menerbitkan Buku Pada Ketua PGRI Rembang

Resume Bimbingan Kelas Menulis Gel 13

Pertemuan ke-19

Narsumer : Jumanto, M.Pd.

                   Ketua  PGRI REMBANG

 

 "Menulis itu Mudah, Mari Menulis Agar Hidup sepanjang Zaman"


Kelas belajar menulis malam ini bertepatan dengan hari awal dimulainya ajaran baru 2020/2021. Sebuah hari mengawali kegiatan masa perkenalan sekolah yang berbeda dari tahun sebelumnya. Hari ini awal ajaran baru ada di pandemi covid. Banyak aturan dan SOP yang harus ditaati untuk kelangsungan pendidikan di negeri tercinta ini. Kisah mengawali hari ajaran baru memiliki sejuta kenangan jika dibadikan dalam tulisan. Ayo selalu semangat untuk menuliskan kisah-kisah harian kita. 


 Malam ini, saya masih tetap semangat belajar menulis, dan narasumber hebat malam ini adalah Bapak  Jumanto, M.Pd beliau adalah Pengawas sekolah, Ketua PGRI Rembang, sekaligus juga  penulis buku., editor, marketing serta menajer. Dan di PGRI beliau mendapat amanah sebagai ketua badan penerbitan PGRI Jateng dengan penerbit PGRI Jateng press. Woow luar biasa, banyak jabatan rangkap akan sibuk pastinya. Bagaimana kisah beliau menekuni bidang penulisan dan penerbitan bisa bersnding dengan tugas utamanya sebagai seorang pengawas sekolah ? Inilah kisah yang diungkapnya pada kami malam ini. 

Pak Jumanto mengawali rutinitas menulis dari menulis puisi. Katanya menulis puisi itu mudah. Setiap ada ide maka akan  dituliskannya. Selingan dari menulis puisi kadang menulis  ia menulis cerita pendek.

Tahun 2004  Ia mulai ditantang oleh Prof. Dr. Sarwiji Suuwandi, gurunya sekaligus-- laksana  orang tua --untuk menulis Buku Ajar. Prof Sarwiji memberikan tantangan mengingat selaku guru juga  meneliti buku-buku pelajaran yang dipakai di sekolah. Dengan bimbingan beliau, Ia pun dapat menyelesaikan 3 buku ajar untuk SMP dan 5 buku ajar untuk SMA.

 Menulis  satu bulan pertama hanya menyelesaikan 1 buku ajar untuk kelas VII SMP/MTs. Buku ajar untuk  kelas VIII dapat selesaikannya dalam 2 minggu. Selanjutnya  dapat menyusun naskah buku untuk kelas IX dan untuk SMA rata-rata dalam waktu 2 minggu. Hebat sekali, kira kira apa ya, rahasinya?

Buku-buku yang sudah ditulisnya dinilaikan ke Pusat Perbukuan. Proses selanjutnya adalah Pak Jumanto  harus belajar mengedit berdasarkan catatan dari tim penilan.. Setelah proses penilaian buku selesai dan buku sudah mendapatkan SK penetapan, maka buku siap diterbitkan..

 Tantangan baru datang dari Bapak Direktur Penerbit SIC. Menurutnya  Pak Jumanto cocok menjadi marketing.  Namun kata hatinya mempertanyakan kemampuan dirinya. Mengingat Ia seorang ASN. "Bisakah saya menjalani sambil saya menjalankan tugas sebagai guru PNS?"

Disaat pemerintah  meluncurkan istilah BSE. Buku-buku ajar yang ditulis oleh penulis buku secara indi maupun lewat penerbit dan lulus penilaian dibeli oleh pemerintah .Buku tersebut diberi HET. Pihak ketiga boleh mencetak buku tersebut dengan harga yang telah ditentukan oleh pemerintah. Di masa buku BSE tersebut,  Pak Jumanto  mendirikan penerbit untuk mengajukan izin mencetak  BSE.

Konon Penghasilan pak Jumanto sebagai penulis dan editor jauh lebih daripada pengahasilan sebagai ASN ( guru). 

Menurutnya menulis itu mudah banyak orang merasakan senang. Menulis mendptaskan kenikmatan. Menulislah, menulis itu mudah langsung menulis tak perlu dipikir terlalu dalam. Kreativitas menulis sesorang akan membara  karaena dipengaruhi  motif  yang dalam filsafat jawanya  cari jenang, cari jeneng dan seneng.  Cari jenang artinya untuk mendapatkan materi seperti royalti, cari jeneng artinya dengan menulis sesorang bisa terkenal dan cari sening artinya dengan menulis sesorang mendapatkan kesenangan dan kebahgiaan, Namun selain itu tentu ada motif motif lainnya.

Setiap orang mempunyai motif  berbeda, biasanya untuk penulis pemula motif utamanya adalh motif senang, motif tingkat terakhir dan  tertinggi. Senangnya ini  pengaruhi religiusitas  sesorang,

Setelah  kebiasaan menulis itu terbangun ,  tulisan yang dihasilkan  mengalir dengan mudahnya maka penulis  akan mengikuti arah pembaca. Siapa  sasaran kita menulis. Sehingga tulisan yang dihasilkan nantinya sesuai dengan kebutuhan pembaca. Dalam UU No 3 tahun 2017 tentang sistem perbukuan  diatur tentang bentuk jenis dan isi buku.

Bagaimana memulai menulis?

  • Mulailah dengan membuat outline buku yang akan Anda tulis!
  • Jika perlu buatkan sinopsis untuk ditawarkan ke penerbit.

Pertanyaan mendasar yang harus direnungkan sebelum menulis agar buku yang kita tulis  baik dan benar adalah:

  • Buku apa yang akan kita tulis
  • Untuk siap buku ditulis

Kesimpulan

Menulis itu Mudah

  • Menulislah menulis dan menulis
  • Tulislah tema tema yang ada disekeliling kita.
  • Jagalah motivasi kita dalam menulis agar tetap bersemangat menulis.
  • Banyak ide yang bisa ditulis menjadi buku
  • Buatlah outline agar tulisan konseptual, tulisan memiliki hubungan timbal balik dan disajikan dengan baik
  • Disaat menulis hindari mengoreksi dan mengedit. Tulislah terus ide yang sedang membara.
  • Buku yang kita tulis sesuaikan dengan perkembangan bahasa calon pembaca
  • Kendala kita adalah malas untuk menulis.
  • Menulis bukan ditentukan oleh bakat. Menjadi penulis karena kemauan untuk menulis menulis dan menulis akhirnya terampil menulis.

 Semoga bermanfaat!

Penulis :: Husnul Hafifah

 

Literasiku dan Rindu di Sepotong Donat

"Ma pingin donat buatan mama", begitu rajuk anak no.2, "iya ma, kangen cemilan buatan mama", timpal anak bungsu.


Sore, tiga hari lalu anak saya, M.Ghafar Asidiqqi, nama panggilannya Eqik, merajuk minta dibuatkan kue donat. Rajukan Eqi dikuatkan adiknya Hania Marirza Rahma, panggilannya Hania. Tak seperti biasanya mereka merajuk minta dibuatkan cemilan. Biasanya mereka hanya minta uang beli bahan buat cemilan, jika stok bahan yang dicarinya tak ada di rak lemari dapur. Lima bulan berada di rumah jika pingin ngemil biasanya mereka berkreasi sendri, bermodalkan tutorial youtube.

"Mas Eqik kan sudah bisa buat sendri!", begitu saya membalas rajukannya. Dia tetap merajuk rindu cemilan buatan mama sergahnya. Saya jadi mengingat ingat kapan ya saya terakhir kali membuatkan cemilan buat mereka? Saya cari di lima bulan terakhir ini. Tidak ada jejak rekam saya membuatkan apa. Kue-kue lebaran di bulan Mei  juga tidak ada catatan saya membuatnya. Suguhan kue lebaran  saya beli, atau bingkisan dari saudara dan tetangga.

Menu  khas lebaran keluarga juga tidak kesampaian dibuat (Rawon bebek). Biasanya jika dalam formasi keluarga lengkap menu  lebaran akan memenuhi meja makan. Berbagai hidangan seperti bakso, sambal goreng kentang, opor ayam, rawon bebek, lontong kikil, nuget ayam dan semur daging  tak ketinggalan juga krupuk dan sambalnya. Menu masakan itu disiapkan rata rata hasil olahan tangan saya. Bahagia bagi saya ketika bisa menyajikan masakan buatan sendiri dan menikmatinya  bersama keluarga.

Menu meja makan di lebaran bersama pandemi covid 19 minimalis sekali, hanya ada opor ayam, lontong , bakso dan krupuk. Ketidaklengkapan formasi keluarga (si sulung ) tidak bisa pulang di luar kota menjadi lantaran kurang bersemangatnya sisi ibu untuk menyediakan menu makanan berbagai rupa. Bagaimana akan menikmati nikamat yang sempurna jika salah satu buah hatinya tidak ikut menikmatinya? Begitulah kata hati seorang ibu untuk semua anak-anaknya.

"Kangen donat buatan mama"
Frasa ini memiliki kekuatan magig   mendorong saya buru- buru menutup laptop. Usai posting tulisan di grup wag rumah virus litersi. Walau sebetulnya saya masih ingin menulis  lagi merampungkan tugas resume sebagai pembelajaran diri dalam berlitersi. Usai itu rencana melanjutkan pekerjaan kantor. Namun semua saya tangguhkan, akan dilanjut nanti  saja setelah  usai memenuhi kerinduan anak -anak  pada donat bikinan saya.

 Kata bismillah mengawali saat saya hendak mencampurkan bahan- bahan untuk membuat donat. Bahan bahan seperti umumnya, terigu, telur, mentega, pengembang, gula, susu bubuk, ubi talas bentul ( dikukus dan dihaluskan) pengganti kentang dan bersifat optional. Saya menggunakan ubi talas sebagai kreasi saja, memanfaatkan bahan tersedia di pekarangan rumah, juga mengenalkan  bahan makan alami pada anak anak. 

Singkat cerita "momen of wow"  proses mengolah donat ,tak perlu saya tuliskan di sini. Tutorial di youtube banyak sekali. Saya juga membuat donat kali ini hanya menggunakan insting tidak menggunakan takaran pasti. 

Alhamdulillah, mungkin karena memasaknya dari hati dan niat membahagiakan kedua buah hati, donat bikinan saya kemarin sukses, tampilannya menggoda. Berhasil mendapatkan 4 acungan jempol dari yang merindunya, serta tambahan 2 jempol dari suami. Benar rasanya enak sekali, tidak kalah enak dengan dunkin dunot, kata mereka.

Bahagia  terpancar diwajahnya ketika menikmati setiap gigitan pada donatnya. Sebagai mama saya juga bahagia, sukses memenuhi harapannya. Berhasil membuat donat disela kesibukan dan menahan kerinduan pada salah satu buah hati merupakan sebuah perjuangan. Momen of wow  luar biasa yang juga harus dikisahkan lewat tulisan. Agar kelak mereka tahu bahwa pada sepotong donat ada kerinduan yang tak tertahankan.

Digital Marketing sebagai Transformasi Memasarkan Buku



Belajar menulis Gel .13

Jumat, 10 Juli 2020

Narasumber : Agust Subardana, S.E., M.M., CDS

                          Direktur Pemasaran Penerbit Andi



 

Salah satu keuntungan mengikuti bimbingan menulis online Via wa adalah materi  diberikan dalam bentuk tulisan, gambar, atau suara, selama tidak dihapus jejak rekam tersebut bisa dibaca berulang ulang. Di samping itu juga peserta bisa melakukan kegiatan lain secara bersamaan. Seperti halnya malam ini. Saya menyimak paparan materi sambil mengerjakan tugas kantor yang belum selesai sementara taget penyelesaian sudah di ambang date line. Belajar menulis di sela  mengantrinya sederet pekerjaan, bagi saya bukanlah hal yang mudah. Kelabakan, tentu saja iya. Niat istiqamah menulis 15 menit saja perhari  pun sudah 2 hari diingkari. Semoga saya hutang dua hari ini bisa ditunaikan di hari lain.

Kelas menulis malam ini masih bersama Penerbit Andi Jogyakarta. Ini sudah kali ketiga penerbit Andi menemani. Narasumber malam ini adalah Bapak Agust Subardana, S.E., M.M., CDS. Beliau adalah direktur pemasaran penerbit Andi. Mengangkat  permasalahan seputar pemasaran buku di saat pandemi.

Pemasaran buku sebagai dampak pandemi covid mengalami banyak perubahan. Hal ini terlihat dari adanya jaringan toko buku yang tutup selama covid , ketakutan orang untuk mengunjungi toko buku atau mall. Berakibat pada menurunnya omset  penjualan buku hingga 70%- 80%. Banyak penerbit yang menghentikan distribusi ke toko buku, bahkan juga banyak yang gulung tikar.

Selama masa pandemi kunjungan ke toko buku mengalami penurunan secara drastic, terutama pada bulan Maret sampai Mei. Data pengunjung selengkapnya lihat grafik.

 

Dampak pandemi covid 19, penerbit Andi melakukan perubahan strategi. Covid mengubah dunia menuju era low touch economy. Sebuah era yang ditandai dengan  interaksi antar individu yang minim sentuhan fisik ( low touch) keharusan mengecek kesehatan dan keselamatan, prilaku yang baru hingga pergeseran di sektor –sektor industry terutama sektor perbukuan. Perubahan ini selanjutnya membawa dampak pada banyak hal seperti tempat kerja, cara belajar-mengajar, kehidupan keluarga hingga aktivitas social.

Strategi utama yang dipakai oleh penerbit Andi  agar tetap eksis di tengah pandemi covid 19 adalah  dengan digital marketing dengan melakukan transformasi mendasar dalam bisnis  penerbitan buku.

Digital marketing merupakan gebrakan baru dalam memasarkan buku agar tetap eksis dalam penerbitan buku di era pandemi covid.. Digital marketing harus menyesuaikan diri dengan era new normal mencakup branding, media social, sem,app development, web design, ceo, video production, email serta conten marketing.

Mengapa menggunakan strategi digital marketing?

Agar penerbitan buku eksis di masa pandemic covid, maka strategi pemasaran buku  yang paling efektif dilakukan  penerbit Andi adalah melalui komunitas –komunitas yang ada. Pemasaran lewat komunitas ini dampaknya luar biasa untuk mendongrak penjualan. Kedua menjalin hubungan dengan pelanggan buku di medsos. Memastikan bahwa buku yang dijual ditemukan di media online. web site,serta menjalin hubungan dengan markeplace yang ada  seperti buka lapak ,sophie, belibli.com. Penting juga menjalin hubungan dengan  reseller yang jadi tim pemasaran ke konsumen, serta menjalin hubungan dengan berbagai media social seperti wa, Instagram facebook sebagai tempat pemasaran buku.

 Selain itu harus bisa tampil yang pertama disamping competitor, tercepat , tanggap tepat sasaran. Tim harus  paham tentang digital marketing. Mengadakan promo promo khusus juga merupakan langkah strategis dalam meningkatkan penjualan buku seperti memberi diskon, mengadakan iven webinar, you tube, zoom media promosi di industry buku

Upaya berikutnya  dalam mempertahankan penjualan buku adalah membuat brand yang  cepat tanggap situasi. Memberikan respon layanan pada konsumen sesuai keinginannya serta menanggapi dan memberikan solusi bila ada komplin dari konsumen. Strategi lain adalah dengan mobile marketing, email marketing, personalise marketing yaitu menargetkan pelanggan secara personal dengan menampilkan iklan secara personal yang sesuai dengan karakter pelanggan/konsumen, continues marketing, terintegriteg marketing , pilihan conten marketing yang berbobot, visual marketing yang tajam dan menarik serta pemanfaatan google adwords untuk mendapatkan pelanggan lebih banyak lagi.

Manfaat Digital Marketing

1.       Biaya relative murah dan terjangkau

2.       Memiliki jangkauan luas terutama

3.       Mudah menentukan target pasar buku yang akan ditawarkan sesuai katagori

4.       Komunikasi dengan konsumen lebih mudah

5.       Mudah dievaluasi dan dikembangkan

6.       Sangat membantu dalam meningkatkan penjualan

7.       Lebih cepat popular.

 

 Hal lain yang perlu diketahui oleh para guru adalah bahwa penerbit Andi juga melayani pembelian buku dengan dana Bos melalui SIPLAH  dengan marketplace (blanja.com dan blibli.com) berupa teks utama dan teks pendamping  buku pelajaran peminatan, buku pelajaran SMK untuk kelompok buku C2, C3, buku ajar informatika kelas 4 sd kelas 12. Buku perpustakaan daik buku fisik maupun ebooks . Alat-alat olah Raga dan kesenian.

 Sebagai kesimpulan Pak Agus memberikan penguatan

Menulis adalah berjuang.Penulis adalah Pahlawan yang akan dikenang selama lamanya.

Lembaran karya adalah medan pertempuran, pena adalah senjatanya.

Buku adalah gudang ilmu, kuncinya adalah membaca

Membaca adalah Jendela dunia


Sabar itu Jangan dibatasi

 
 
Saya menulis ini, ketika baru saja selesai menyirami tetanaman yang ada di teras dan halaman depan rumah. Ada berbagai tanaman dan bebungaan. Di antara tanaman yang ada : mangga, jeruk purut, jambu biji, jambu air. Sedang bebungaan seperti kuping gajah, anggrek bulan dkk anggrek yang saya tidak tahu namanya secara pasti dan bunga - bungaan lainnya, masih sama saya juga tidak tahu namanya. 

Saya sendiri sebenarnya tidak hoby menanam bunga, justru yang hoby suami. Namun untuk merawat dan menyirami saya melakukan dengan senang hati.  Bahagia menjelma datang di hati, ketika memandangi bebungan dan tetanaman di teras dan halaman rumah kami. Semua yang ada memberi hiburan, terlebih saat pikiran jenuh. Plong rasanya beban, berada di sekitarnya.

Seperti halnya pagi ini, dua hari  sebelumnya pikiran dan fisik nonstop fokus di depan laptop dan pada tumpukan berkas-berkas. Pekerjaan kantor yang ditarget harus selesai bersamaan dengan tugas rutin lain. Menyusun laporan rekapan kelayakan persyratan percairan guru penerima sertifikasi.( di kementrian kami di cairkan pertriwulan) pendukung persyaratan harus lengkap. Saya harus memeriksa kelengkapan berkas proposal pengajuan pencairan dari para guru mitra yang mayoritas guru non-PNS mengajar di sekolah swasta. 

Lumayan ribet juga.Tapi tak ada pilihan,  harus mengikuti prosedure yang ada. Setiap rupiah uang negara yang diterimakan  ada pertanggungjawabannya. Begitu bunyi aturannya. Menyalahi aturan akan jadi temuan  Irjen yang kerap kroscek secara berkala mengunjungi kantor kementrian di kabupaten kami.

Kalang kabut juga sih memenaj waktu mengingat pekerjaan rutin juga date linenya sama. Akhirnya oleh atasan diberi perioritas mana yang harus diekskusi terlebih dahulu. Alhamduliah benang keruwetan mulai terurai. Tadi malam sambil menyimak materi bimbingan belajar menulis via wag binaan Om jay. Satu tugas final, bisa bernapas lega walau tugas lain masih ngantri. Belum lagi komitmen menulis 15 menit perhari, sudah dua hari dilewati.
 
Alhamdulilah hari ini hari sabtu, libur kantor namun ada PR yang masih perlu dituntaskan. Sebelum lanjut mengerjakan PR saya jeda sejenak rekreasi di pekarangan rumah. Kemudian merangkai tulisan untuk  belajar istiqomah, serta membuat resume dari pertemuan tadi malam dan pertemuan sebelumnya.

 Semoga juga hari Senin berkas pengajuan pengesahan dokumen 1 sekolah binaan terselesaikan.  Artinya saya harus bersiap siap lagi, melanjutkan memeriksa  berkas dokumen 1 sekolah binaan sebanyak 20 lembaga. Seperti seorang Dosen yang mengeksekusi proposal skripsi mahasiswanya, Memberinya catatan sesuai hasil pemeriksaan berkas  pada dokumen agar kepala sekolah dan tim pengembang kurikulumnya bisa menikdaklanjuti catatan yang diberikan. Endingnya mengajak mereka pada perubahan  sederhananya mereka cerdas berliterasi. 

Berdasarkan dukumen 1 yang sudah dikoreksi ada beberapa temuan, sekolah ( tim pengembang) lemah update dalam regulasi. Sebagai contoh Dokumen 1 tahun 2020-2021, pada pembuatan SK- SK , apakah itu SK penetapan tim pengembang, penetapan KKM, dll. Regulasi yang dipakai masih regulasi lama  dan sudah tidak dipakai lagi. Bisa jadi dokumen kopi paste ataukah memang mereka belum cerdas berliterasi. Rupanya masih diperlukan kesabaran tingkat tinggi dan sabar jangan dibatasi dalam memberikan pendampingan pada sekolah mitra yang karakternya bervariasi bahkan ada yang cenderung kurang tanggap dan kurang peduli dengan dinamika perubahan dibidang pendidikan saat ini.

 Demikian tulisan yang saya buat pagi ini. Mohon doanya semoga kita semua diberikan kesehatan serta dimudahkan dalam  menyelesaikan amanah yang dititipkan. Aamiin